Jombang, SEJAHTERA.CO – Awal musim panen durian di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, membawa berkah bagi para petani. Buah durian lokal yang mulai jatuh dari pohon langsung diserbu pembeli, terutama saat momen libur Natal dan Tahun Baru.
Sejak beberapa hari terakhir, kebun-kebun durian di lereng Gunung Anjasmoro mulai ramai. Aroma durian segar menarik minat pengunjung yang datang tidak hanya dari Jombang, tetapi juga dari berbagai daerah sekitar yang memanfaatkan waktu liburan.
Salah satu petani durian, Heri Susanto, warga Dusun Pucangrejo, Desa Wonosalam, mengungkapkan bahwa panen kali ini masih tergolong panen awal. Meski demikian, kualitas durian lokal Wonosalam tetap menjadi daya tarik utama.
Di kebun miliknya, Heri memiliki lebih dari 50 pohon durian dengan berbagai jenis, seperti durian lokal Wonosalam, bawor, dan musang king.
Pada awal musim panen ini, buah durian sudah mulai dipetik dan dijual langsung di lapaknya yang berada ditepi jalan, pada pembeli yang datang ke lokasi.
Pada awal musim panen ini, Heri menjual durian dengan harga yang masih relatif terjangkau. Untuk durian ukuran kecil ia mematok harga mulai Rp25 ribu per buah.
Sementara durian berukuran besar dengan kualitas unggulan dibanderol hingga lebih dari Rp100 ribu per buah, tergantung jenis dan beratnya.
“Untuk jenis lokal, rasanya memang lebih kuat. Ini masih awal panen, nanti puncaknya menyusul,” ujar Heri, Minggu (28/12/2025).
Durian lokal Wonosalam dikenal memiliki cita rasa pahit-manis yang khas. Karakter rasa inilah yang membuat banyak pembeli memilih durian lokal dibandingkan varietas lain. Lapak-lapak durian pun tampak ramai, terutama pada siang hingga sore hari.
Salah seorang pembeli, Dhini Cahya Setya, mengaku sengaja datang untuk berburu durian lokal Wonosalam.
“Rasanya lain dari yang lain. Pahit-manisnya khas, lebih enak dibanding durian yang lain,” katanya.
Selain warga lokal, pembeli juga datang dari luar daerah seperti Mojokerto dan Surabaya. Banyak di antara mereka yang sedang berwisata di kawasan lereng Anjasmoro dan menyempatkan diri menikmati durian langsung dari kebunnya.
Awal musim panen ini menjadi berkah tersendiri bagi petani durian di Wonosalam. Selain menandai dimulainya masa panen tahunan, ramainya pembeli juga menunjukkan durian lokal Wonosalam tetap menjadi primadona yang selalu dinantikan.



















