Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung mulai berencana untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor parkir. Sesuai rencananya, sejumlah kantong parkir di wilayah perkotaan Tulungagung bakal diambil alih Dishub setelah sempat dikelola karang taruna.
Kabid Prasarana dan Perparkiran, Dishub Kabupaten Tulungagung, Ronald Soesatyo mengatakan, terdapat sejumlah titik kantung parkir yang potensial untuk mendongkrak PAD parkir. Namun sayangnya, tidak titik tersebut saat ini tengah dikelola karang taruna setempat atau bisa disebut parkir liar.
Ketiga titik itu berlokasi di jalan Dr. Sutomo mulai dari simpang empat Budi Mulya keselatan, kemudian jalan KH. Wahid Hasyim atau simpang empat 55 kebarat dan jalan KH. Agus Salim atau simpang empat Prayit ke barat. Ketiga lokasi tersebut selama ini selalu ramai pengunjung karena banyak tempat kuliner.
Baca Juga :Jaringan Transmisi Listrik Tulungagung Bebas Balon Udaran
“Setelah banyak tempat kuliner di tiga titik itu, saat ini selalu ramai pengunjung termasuk pengguna lahan parkir. Tetapi saat ini masih dikelola karang taruna setempat,” kata Ronald Soesatyo, Kamis (10/4/2025).
Ronald menyebut, tiga titik tersebut sempat menjadi atensi DPRD Tulungagung lantaran potensi PAD-nya cukup besar, tapi tidak dikelola oleh Pemda Tulungagung. Dishub pun lantas berupaya untuk mengambil alih lahan parkir pada tiga kawasan tersebut untuk meningkatkan PAD parkir di Tulungagung.
Pasalnya, sesuai hasil penghitungan, ketiga titik tersebut setidaknya mampu menghasilkan PAD senilai Rp 250 ribu dalam satu hari saja. Bahkan penghitungan itu merupakan hasil hitung minimal, mengingat setiap weekend kawasan itu selalu ramai, sehingga potensinya bisa lebih besar.
“Itu hanya estimasi minimal dari tiga titik lokasi tersebut. Apalagi setiap Sabtu dan Minggu selalu ramai pengunjung, seharusnya bisa lebih dari itu,” ungkapnya.
Baca Juga :Survei Dimulai, Pemkab Jombang Siapkan Lokasi Sekolah Rakyat Berasrama
Kendati masih dikelola karang taruna, Ronald tidak serta-merta akan mengusir mereka untuk tidak lagi melayani parkir pada tiga kawasan itu dengan langsung digantikan petugas jukir resmi.
Hal ini tentunya akan menimbulkan gangguan bagi jukir resmi yang mendapat intimidasi dari pihak karang taruna.
Untuk itu, Dishub tengah melakukan pendekatan secara emosional terhadap pihak karang taruna agar mau secara sukarela menyerahkan kawasan tersebut. Pihaknya juga akan menjadikan mereka sebagai jukir binaan Dishub dengan menerapkan sisten bagi hasil dengan pemerintah.
Baca Juga :Nyeberang Jalan, Lansia Meregang Nyawa di Jalan Raya Dusun Gadungan Timur
“Kami targetkan di bulan April 2025 ini, ketiga kawasan itu akan mulai menyumbang PAD parkir,” pungkasnya.



















