Baru Satu Sumur Dinormalisasi, Chemical Dispresion Sulit Dicari

Baru Satu Sumur Dinormalisasi, Chemical Dispresion Sulit Dicari

Kediri, SEJAHTERA.CO – Setelah menunggu sekian lama, akhirnya sumur warga terdampak BBM di Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mulai dinormalisasi. Dari 14 sumur yang dinormalisasi, baru satu, milik Sukamto.

Kegiatan normalisasi pada Kamis (16/11) dihadiri pihak SPBU, Pertamina, DLHKP, dan ITS.

Sumur yang harusnya dinormalisasi dengan menggunakan chemical dispersion sejumlah 14 sumur namun sumur yang terbuka hanya hanya lima.

Read More

Kemudian jumlah cairan chemical dispersion yang dibutuhkan hanya cukup untuk satu sumur warga.

“Untuk saat ini cairan chemical dispersion ini masih dalam proses pembelian. Karena susah ditemukan di Kediri dan harus beli di Surabaya,” ungkap Agung Wijaya, perwakilan dari Pertamina.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina lebih fokus pada pemulihan, perbaikan, serta monitoring berjalannya normalisasi sumur yang dilakukan oleh SPBU.

Proses normalisasi ini setelah dilakukan pemberian chemical dispersion pada sumur milik Sukamto, lima hari kemudian akan dilakukan observasi.

Dari ITS Surabaya, Ipung Fitri Purwanti menjelaskan jika sebelum menuangkan chemical dispersion di sumur warga untuk normalisasi, ia sudah melakukan uji coba di laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk 1 meter kubik air tanah diperlukan 2,5 liter chemical dispersion.

“Kami akan melakukan pendampingan mulai dari proses hingga monitoring normalisasi sumur ini. Untuk cairan yang digunakan adalah dispersan kimiawi dengan jenis tween 80. Nanti setiap minggu akan kami ambil samping untuk mengukur berapa PPH-nya hingga 3 bulan kedepan,” jelas Ipung.

Setelah dilakukan penuangan chemical dispersion pada sumur, dihimbau pada pemilik sumur agar tidak menggunakan air sumur terlebih dahulu. Hingga sudah dinyatakan bersih oleh tim ITS dan air bisa dikonsumsi. (c1).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *