Blitar, SEJAHTERA.CO – Hujan deras yang menerpa di wilayah Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar berakhir petaka. Jembatan yang menghubungkan antardusun Krajan, rusak diterjang arus, Kamis (21/11/2024).
Baca Juga :KPU Jatim: Debat Publik Tak Harus Tiga Kali, Melihat Kondisi
Menurut Kepala Desa Pagerwojo, Mujiadi, banjir terjadi pada Kamis dini hari. Wilayah Desa Pagerwojo diguyur hujan berjam-jam. Beberapa saat kemudian, jembatan pun rusak. Utamanya di fondasi hingga membuat jembatan tak bisa dilewati. “Intinya rusak karena hujan deras,” kata Mujiadi.
Buntut rusaknya jembatan, warga Desa Pagerwojo pun harus memutar ketika hendak keluar dusun. Harus putar sekitar 3 kilometer. “Tak bisa dilewati,” tandasnya.
Baca Juga :Pilkada Semakin Dekat, Polsek Ringinrejo Tingkatkan Patroli Kewilayahan
Jembatan yang rusak itu dibangun dengan system multiyears. Yakni 2023 hingga 2024. Sementara dananya berasal dari dana desa atau DD. Pada 2023 dananya Rp 174.935.000.
Pembangunan dilanjut pada 2024 dengan pagu anggaran dari dana desa Rp 175.115.000. “Dibangun dua tahap. Tetapi ambrol dan memang karena hujan deras,” ujarnya.
Baca Juga :Longsor Kembali Landa Trenggalek, Rusak Rumah hingga Putus Akses Jalan Antardesa
Dia menambahkan, untuk ke depan pihaknya akan konsultasi dengan instansi terkait. Karena buntut ambrolnya jembatan warga harus putar lebih jauh jika hendak keluar dusun.



















