Kediri, SEJAHTERA.CO – Proses pencarian Arfan Hamada (7) bocah asal Dusun Bolawen Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri terus berlangsung.
Pada Senin (16/3/2026), Tim Basarnas Trenggalek turun langsung untuk membantu proses pencarian terhadap bocah yang kini duduk di bangku kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Selotopeng Banyakan.
Sejumlah peralatan telah disiapkan Tim Basarnas Trenggalek di Balai Desa Tiron salah satunya perahu karet.
Sejumlah petugas gabungan terlihat mulai menyusuri sungai hingga dekat kawasan Bandara Dhoho Kediri.
Baca Juga :Sebanyak 2.495 Warga Terima Bansos Pemkab Jombang, Didominasi Tukang Becak dan PPKS
“Proses pencarian mulai kemarin malam sampai siang ini masih lewat jalur darat karena Basarnas baru datang,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Joko Sukrisno saat dikonfirmasi.
Kejadian bermula korban bermain di sungai bersama temannya MA di Sungai Bendo Mongal Desa Tiron Kecamatan Banyakan pada Minggu (15/3/2026).
Saat itu, Arfan berenang hingga tenggelam terbawa arus sungai. Sementara, temanya MA pulang tidak memberitahukan kepada orang tua Arfan karena takut dimarahi.
Pencarian dilakukan hingga pukul 17:30 WIB bersama warga dan orang tuanya di sepanjang sungai karena kebiasaan mancing di tempat tersebut.
Hanya saja ditemukan sepeda di area menuju Sungai Bendo Mongal.
Baca Juga :Arus Mudik Kendaraan Mulai Padat, Dishub Kabupaten Kediri Maksimalkan Pantauan Melalui ATCS
“Pada pukul 21.00 WIB, temannya (MA) baru mengakui jika Arfan berenang dan tenggelam,” ucap Joko Sukrisno.
Dia mengatakan, Basarnas dan BPBD akan melakukan penyisiran sungai di jalur darat dengan jarak sekitar 2 kilometer mulai titik lokasi kejadian di Sungai Bendo Mongal hingga Dam Jatirejo.
Namun demikian, pencarian ini belum menggunakan perahu karet melainkan menyusuri dengan cara berenang di sungai.
“Karena pakai perahu kayaknya susah sungainya sempit dan banyak carang. Tapi teknisnya kita ngikutin Basarnas,” ungkapnya.



















