Kediri, SEJAHTERA.CO – Bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di Desa Jagul, Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri pada akhir Desember 2024 telah dinyatakan sehat dan diserahkan ke negara.
Setelah lebih dari satu bulan menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kediri, bayi tersebut dipindahkan ke Pusat Pelayanan Sosial Anak Balita (PPSAB) Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, Senin (10/2/2025).
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Sri Pancawati menjelaskan, sejak ditemukan kondisi bayi sempat mengkhawatirkan sehingga harus mendapatkan penanganan medis intensif.
Awalnya bayi dibawa ke puskesmas hingga akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara karena kesehatannya kurang stabil.
“Setelah dirawat selama lebih dari satu bulan, bayi telah dinyatakan sehat,” katanya.
Karena tidak ditemukan keluarganya, lanjut dia, bayi tersebut secara resmi diserahkan ke negara. Menurutnya, bagi masyarakat yang berminat mengadopsi harus mengurusnya langsung melalui PPSAB Sidoarjo. Adapun proses adopsi biasanya memakan waktu tiga hingga empat bulan.
“Bayi baru bisa diadopsi jika sudah berusia lebih dari satu tahun. Ini untuk memastikan kesehatannya stabil,” bebernya.
Baca Juga :Gadaikan Mobil Rental, Perempuan Dijebloskan Penjara
Kasus ini sempat menghebohkan warga Kecamatan Ngancar pada 30 Desember 2024 lalu. Dimana, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Rohana Sukarti, pedagang jenang yang setiap hari berjualan di utara Balai Desa Jagul.
Saat tiba untuk membuka dagangannya sekitar pukul 03.15 WIB, ia menemukan sebuah kantong plastik berwarna coklat tua yang diletakkan di atas gerobaknya.
Ketika diperiksa, ternyata di dalamnya terdapat seorang bayi laki-laki yang hanya dibungkus jaket abu-abu dengan kondisi tubuh bayi masih penuh sisa darah persalinan, dan tali pusarnya belum dipotong.
Baca Juga :Penjual Bakso Kediri Gantung Diri karena Depresi
Selanjutnya, Rohana segera melaporkan temuannya kepada warga sekitar dan perangkat desa. Tak lama kemudian, bayi dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis pertama.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai identitas orang tua bayi maupun siapa yang meninggalkannya di tempat tersebut. Pihak kepolisian setempat masih membuka kesempatan bagi keluarga yang merasa kehilangan atau memiliki informasi untuk melapor ke pihak berwenang.



















