Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Kisah haru datang dari Hermin dan Sujoko, warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
Pasangan ini tengah berjuang keras demi kesembuhan anak keempatnya, Agung Tegar Jiwa Prakosa, yang baru berusia tiga bulan dan terlahir tanpa anus.
Baca Juga :Penggelapan Uang Republik Dendy Cafe, Kuasa Hukum Tersangka: Kemungkinan Perusahaan Jarang Audit
Kondisi kedua orang tua Tegar yang serba kekurangan membuat proses pengobatan menjadi terhambat. Sujoko hanya bekerja sebagai buruh buruh bangunan sedangkan Hermin hanya ibu rumah tangga biasa.
Meski Tegar sudah melewati operasi pertamanya, yaitu kolostomi untuk membuat saluran pencernaan alternatif melalui perut di sebuah rumah sakit di Ngawi. Selanjutnya Tegar masih harus mendapatkan operasi lanjutan sekitar tujuh bulan mendatang.
Baca Juga :Polres Nganjuk Capai Peringkat 3 Tingkat Polda Jatim dalam Operasi Zebra Semeru 2024
Hermin, menceritakan, saat dilahirkan, bidan puskesmas menyadari kondisi anaknya yang terlahir tanpa anus. Setelah itu, Tegar dirujuk ke RSUD dr. Harjono Ponorogo dan kemudian ke RS Ngawi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Dari puskesmas sudah diberitahu oleh bidan kalau anak saya lahir tanpa anus. Kemudian, dirujuk ke RSUD dr. Harjono, lalu ke Ngawi. Sekarang kondisinya semakin sering sakit, sementara kami kesulitan biaya, jadi kami sangat berharap bantuan,” Ungkap Hermin, Kamis (31/10/2024).
Baca Juga :Pria Pemeran Video Esek-esek dengan TKI Ditangkap, Sebar Tayangan Mesum Sakit Hati Diputus
Sementara itu, dr. Kautsar Prastudia, Sp.A, dokter spesialis anak di RSUD dr. Harjono Ponorogo, menjelaskan, Tegar mengalami beberapa masalah medis yang memerlukan penanganan khusus.
Salah satu kondisi yang dihadapi adalah tidak adanya anus, sehingga kolostomi menjadi solusi sementara. Selain itu, Tegar juga mengalami infeksi paru-paru (pneumonia) dan laringomalasia, yakni kondisi di mana saluran pernapasan dan pencernaan tidak sepenuhnya terbentuk sempurna.
Baca Juga :Pria Pemeran Video Esek-esek dengan TKI Ditangkap, Sebar Tayangan Mesum Sakit Hati Diputus
“Pneumonia yang dideritanya mulai membaik, tetapi untuk kondisi laringomalasia akan terus dipantau seiring pertumbuhannya. Terkait pencernaan, kami bekerja sama dengan tim bedah anak di RS Ngawi agar penanganan berjalan maksimal,” tambah dr. Kautsar.
Lebih lanjut, menurut dr. Kautsar proses pengobatan Tegar masih panjang. Jika kondisi kesehatannya stabil, Tegar akan menjalani perawatan lanjutan secara berkala hingga ia siap untuk prosedur operasi selanjutnya.
Baca Juga :Pj Gubernur Jatim Tutup Jambore Satlinmas 2024, ini Pesan yang Disampaikan
“Kami tetap akan melakukan prosedur agar kondisinya (Tegar.red) bisa segera membaik dan stabil,” tandasnya.



















