Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Trenggalek buka donasi untuk korban bencana tanah gerak di Desa Ngrandu Kecamatan Suruh.
Di wilayah Desa Ngrandu Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek itu, sebanyak 38 rumah mengalami kerusakan dan tak layak huni hingga membuat 119 warga terpaksa mengungsi di tenda darurat.
Baca Juga :Pelajar Trenggalek Tewas Tenggelam di Sungai Ngasinan saat Kejar Layangan Putus, Begini Kronologinya
“Untuk fokusnya bantuan ke korban tanah gerak, namun juga untuk dampak bencana lainnya karena terjadi tidak di satu tempat,” kata Pelaksana Baznas Trenggalek, Deni Riani, Kamis (19/12/2024).
Ia menyebut, sejak dibuka 2 hari lalu, saat ini hasil donasi untuk korban banjir dan tanah gerak itu terkumpul Rp 2,3 juta per-pukul 10.00 WIB. Donasi itu bakal dibuka hingga 10 Januari 2025 mendatang.
Hasil donasi itu, nantinya bakal digunakan untuk membantu penanggulangan warga terdampak.
Baca Juga :Antisipasi Risiko Dampak Bencana, Dishub Kabupaten Blitar Pasang Papan Peringatan di Jalur Wisata
“Untuk penggunaannya nanti menyesuaikan kondisi di lapangan, namun berkaca di bencana alam Timahan 2022 itu, hasil donasi untuk membantu sebagian pembangunan. Kalau untuk banjir sudah proses pemulihan, kita juga salurkan bantuan,” imbuhnya.
Dia menyebut, donasi itu dapat disalurkan lewat tiga bank, yaitu Bank Jatim, BSI dan BRI dengan rekening bank atas nama Baznas Trenggalek. Untuk nomor rekeningnya Bank Jatim 0222411114, BSI 7555557587 dan BRI 017701016626538.
“Konfirmasi transfer melalui WhatsApp 0822-2821-9090. Mari bantu ringankan beban saudara kita dengan kebaikan uluran tangan,” pungkasnya.
Baca Juga :Populasi Ternak Aman Meski Dibayangi PMK, Ini Data DKPP Kabupaten Kediri
Sebelumnya bencana tanah gerak di RT 18/RW 03 Dusun Depok itu terjadi dalam dua tahap. Awalnya bencana tanah gerak terjadi pasca daerah itu dilanda hujan lebat pada 15-16 Desember hingga membuat 8 rumah dari 9 kepala keluarga rusak.
Kondisi itu membuat sebanyak 23 warga mengungsi. Namun, pada 17 Desember malam, keretakan pada rumah warga bertambah parah setelah terjadi tanah gerak pasca diguyur hujan lebat.
Kondisi itu membuat 38 rumah dari 43 kepala keluarga tidak layak huni sehingga membuat 199 warga mengungsi ke tenda darurat.
Baca Juga :Petugas Lingkari Aspal Rusak, Ini Kata Kapolsek Gampengrejo
Rata-rata, kondisi rumah warga pada bagian lantainya amblas dan tembok-tembok mengalami keretakan sehingga sangat membahayakan untuk dihuni.
Para warga mengungsi ke tenda darurat dan beberapa diantaranya memilih mengungsi ke rumah kerabat dekat di daerah itu.
Selain penanganan darurat,
Pemkab Trenggalek membuka opsi relokasi kepada warga terdampak. Sebab area permukiman di daerah itu dinilai tidak layak huni. Saat ini pemerintah daerah tengah melakukan berbagai kajian untuk menentukan solusi terbaik bagi warga.
Baca Juga :BPBD Identifikasi 18 Titik Tanggul Jebol, Kalaksa: Jadi Penyebab Banjir
“Kalau mereka punya tanah di desa lain atau mendekatkan sama keluarga ya nanti kita bantu untuk membangun rumahnya, tapi kalau tidak ada ya kita bantu pengadaan tanah maupun pembangunan rumahnya,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.
“Makanya Baznas juga masih membuka donasi nanti sebagian dana bisa kita gunakan untuk membantu dan provinsi nanti juga akan membantu,” sambungnya.



















