Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Provinsi Jawa Timur gencar membantu pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) bagi warga tak mampu. Akhir tahun ini berharap target pembangunan atau bedah rumah 1.001 rumah bisa terwujud.
Baca Juga :MGBK Gelar EduFair 2024, Pj Wali Kota Batu: Sampaikan Informasi Masuk Perguruan Tinggi
“Iya, tiap tahun kami membantu Pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) . Tahun ini ada 1.001 unit rumah di seluruh Jawa Timur yang menjadi sasaran rehab rumah,” kata Ali Maschan Moesa, ketua Baznas Jawa Timur ketika membuka bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) 2025 di salah satu hotel di Tulungagung, Selasa (5/11/2024).
Cendekia asal Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung itu rehab rumah tak layak huni merupakan satu di antara program bantuan yang digulirkan tiap tahun. Untuk 1 penerima bantuan atau duafa mendapat bantuan Rp 20 juta. Selain rehab rumah tak layak huni, ada pula program beasiswa satu keluarga satu sarjana.
Baznas membantu beasiswa dengan bantuan miliaran rupiah. Dengan syarat dalam satu keluarga belum ada sarjana. Selain itu ada pula membantu uang Rp 600 ribu untuk sekitar 700 orang yang hidup sebatang kara tanpa keluarga.
“Ini menjadi atensi bagi kami. Makanya tiap tahun kami berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghimpun zakat dari warga. Nanti kami salurkan lagi ke yang berhak menerima,” kata Ali Maschan Moesa.
Baca Juga :Pemkab Jombang Perkuat Komitmen Pembangunan Jangka Panjang Lewat Internalisasi RPJPD
Untuk mewujudkannya baznas pun gencar menghimpun zakat. Pada 2023 lalu perolehan zakat dari seluruh Jawa Timur sekitar Rp 36 miliar. Dan jelang akhir tahun ini bisa lebih banyak lagi. Dengan begitu, bisa ikut membantu dan mensejahterakan warga yang berhak menerima.
“Banyak program kami. Termasuk di antaranya pemberdayaan UMKM dan lain sebagainya. Makanya kami berusaha menghimpun dana sebanyak-banyaknya dari Masyarakat untuk membantu sesama,” jelasnya.
Baca Juga :Mendes PDT Yandri Susanto Lepas Ekspor Kendang Djembe di Blitar Senilai Rp 17 Miliar
Dia mencontohkan Tulungagung Menyusun RKAT sebesar Rp 12 miliar. Rinciannya bakal dijlentrehkan dengan gamblang. Begitu juga dengan daerah-daerah lain. Bimbingan teknis penyusunan RKAT tahun 2025 di Tulungagung diikuti sejumlah daerah di Jawa Timur. Berlangsung mulai 5-7 November.



















