Blitar, SEJAHTERA.CO – Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Kediri mengimbau kepada konsumen untuk jeli ketika membeli jajanan Lebaran. Jika mencurigakan, jangan dibeli dan meminta mengganti jajanan yang lain.
Hal itu diungkapkan Ahli Muda Pengawas Farmasi dan Makanan, BPOM Kediri, Tito Veriyanto. Dia mengatakan jelang Lebaran, sudah menjadi tradisi menjamu tamu dengan jajanan. Baik jajanan kering atau basah.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebelum membeli harus jeli. “Penting ini. Jangan sampai keracunan. Harus jeli sebelum membeli,” katanya, ditemui usai menjadi narasumber di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Selasa (18/3/2025).
Baca Juga :Warga Lanjut Usia di Jombang Kuatkan Iman dan Perdalam Agama di Usia Senja Melalui Pondok Lansia
Dia mengatakan, membedakan makanan yang higienis dan berpengawet sangat mudah. Dari warna misalnya. Jajanan kering warnanya cerah dan tidak natural. Selain itu dari soal bau.
Ketika bau apek dan basi, menjadi tanda jika makanan itu berpengawet dan ada campuran bahan kimia berbahaya. “Contohnya ada rodhamin yang jika berlebihan membahayakan kesehatan tubuh,” katanya.
Dia mencontohkan seperti kasus makanan ringan kedaluwarsa di Badas, Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu. Penjual mengelabuhi pembeli dengan iming-iming harga murah. “Padahal jajanan yang dijual kadaluwarsa tak layak dikonsumsi,” katanya.
Baca Juga :Pemkot Blitar Gelar Operasi Pasar Diserbu Pembeli, Ada 2.033 Paket Sembako Murah
Pria kelahiran Surabaya ini menambahkan, jelang Lebaran BPOM Kediri gencar sosialisasi dan sidak. Mulai dari jajanan pasar dan takjil hingga kue kering. Blitar yang juga masuk wilayah kerja BPOM Kediri, turun untuk cek makanan.
“Ketika ada temuan kami telaah dan diminta untuk tak dijual. Mayoritas penjual tak memproduksi. Hanya dititipi,” pungkasnya.



















