Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Nasib tragis dialami CH bocah berusia 12 tahun, warga Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo.
Dia meregang nyawa setelah tersengat aliran listrik, pada Rabu (19/3/2025) malam. Gara-garanya korban memperbaiki stop kontak hanya dengan menggunakan gunting.
Kapolsek Sooko, AKP Moh. Isa Latip mengungkapkan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat. Saat itu korban mengecas ponsel miliknya yang tersambung stop kontak yang tidak tersambung aliran listrik.
“Niatnya mau memperbaiki, karena mau ngecas ponsel tapi menggunakan gunting. Saat memperbaiki korban tersengat aliran listrik,” ungkap Kapolsek, Kamis (20/3/2025).
Baca Juga :Amankan Lebaran, Polres Blitar Kota Terjunkan 435 Personel Gabungan
Korban yang tidak memiliki keahlian kelistrikan langsung meninggal seketika setelah tersengat aliran listrik.
Sang ibu yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya menolong anaknya dengan meminta bantuan pertolongan warga sekitar dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Sooko.
“Korban mengalami luka di ibu jari sebelah kanan akibat sengatan listrik. Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka,” kata Latip.
Akibat kejadian tersebut, polisi langsung menggelar olah TKP bersama tim Inafis Polres Ponorogo. Setelah dilakukan identifikasi, pemeriksaan saksi, serta mengamankan barang bukti di lokasi kejadian. Korban meninggal dunia lantaran tersengat arus listrik.
Baca Juga :Polisi Ungkap Kasus Sabu-sabu di Blitar yang Dikendalikan PMI dari Taiwan
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi dengan menandatangani surat pernyataan,” jelas Latip.
Jenazah korban rencananya akan dimakamkan pada Kamis (20/03/2025) pagi. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama dalam menangani peralatan listrik yang bermasalah, guna menghindari kecelakaan serupa.
“Warga harus berhati-hati dengan aliran arus listrik karena berbahaya. Lebih baik meminta tolong kepada orang yang paham tentang kelistrikan,” pungkas Latip.



















