Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Ketersediaan blangko KTP-el yang berada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Ponorogo di awal tahun 2025 mulai menipis. Data terbaru, ketersediaan blangko KTP-el hanya tersisa untuk 2 hari ke depan.
Baca Juga :Mas Dhito Kagumi Lukisan Karya Ruslan, ini Alasannya
Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Ponorogo, Heroe Purwanto mengatakan jika menipisnya stok blangko tersebut sudah terjadi sejak tahun lalu. Hal tersebut juga dialami sejumlah kabupaten/kota lainnya.
“Memang problem ini sudah sejak awal November lalu, stoknya terbatas dan ini saya kira bukan di Ponorogo saja,” ungkap Heroe kepada koranmemo.com.
Dia mengatakan jika sebelumnya pengadaan blanko KTP-el di Ponorogo selalu tercukupi. Pun, dalam setiap pengiriman berjumlah sekitar 6.000 hingga 10.000 keping. Namun sejak November dibatasi hanya sekitar 1.000 keping.
Baca Juga :Pemkab Ponorogo Usulkan Rp 8,1 Miliar Perbaikan Tanggul Jebol Pasca-banjir ke Provinsi Jawa Timur
“Sebelum November itu kita minta berapapun dikasih, tapi memang akhirnya dibatasi dan saat ini hanya sekitar 600 keping,” tegasnya.
Jika dibandingkan dengan jumlah permintaan, Heroe menyebut kebutuhan rata rata sehari sekitar 300 keping. Oleh sebab, kondisi saat ini pihaknya membatasi jumlah percetakan. Sebab jika dipenuhi keseluruhan maka hanya bisa untuk dua hari.
“Kalau kita loss kan dua hari habis, tapi itu nanti malah jadi masalah, akhirnya kita batasi sementara,” imbuhnya.
Baca Juga :Kali Karplos, Wisata Khas Alam Anyar di Kota Blitar, Ada Sumber Mata Air hingga Outbond
Ia mengatakan penerbitan KTP-el sementara hanya bagi penduduk pemula. Sedangkan untuk penduduk lama sementara diminta untuk menggunakan KTP-el lama sembari menunggu kedatangan stok blanko.
“Yang kita layani saat ini sementara untuk penduduk pemula karena belum memiliki KTP, lalu yang mendesak seperti hilang, rusak atau untuk kebutuhan administrasi lainnya,” paparnya.
Disisi lain, ia juga mendorong masyarakat untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sebab di dalam aplikasi tersebut data Kependudukan mulai KTP maupun Kartu Keluarga (KK) sudah tersedia.
Baca Juga :Dukung Makan Gratis, Pemkab Blitar Anggarkan Rp2,5 Miliar
“Kemungkinan pertengahan Februari sudah tersedia kembali, atau masyarakat bisa aktifkan IKD,” pungkasnya.



















