Kediri, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri meminta masyarakat Kabupaten Kediri untuk mewaspadai dan hati-hati di peralihan musim.
Seharusnya bulan April sudah masuk musim kemarau, namun curah hujan malah intensitas tinggi. Warga perlu membaca tanda alam dan memahami informasi dari BMKG terkait perubahan cuaca ekstrem.
Stefanus Joko Sukrisno Kepala BPBD Kabupaten Kediri menjelaskan, saat kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini yang perlu diwaspadai curah hujan sangat deras, petir dan angin kencang dan berpotensi timbulkan pohon tumbang.
Baca Juga :Selama Libur Lebaran Telaga Ngebel Ponorogo Sukses Datangkan PAD Ratusan Juta Rupiah
Saat ini untuk pemetaan wilayah pohon rawan tumbang ada di beberapa titik dan warga perlu waspada.
“Dalam peningkatan kewaspadaan saat musim pancaroba ini, BPBD bersinergi dengan Dinas PUPR, DLH, Dinsos, Tagana, TNI, Polri dan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) ataupun forkopimca,” ujarnya, Rabu (16/4/2025).
Jalur pohon besar rawan tumbang saat ini menurut Joko berada di wilayah Bogo – Kunjang, Bogo – Pagu – Plemahan – Wates dan Plosoklaten arah Pare.
Karenanya tim BPBD Kabupaten Kediri secara rutin lakukan patroli pohon bersama untuk melakukan perantingan atau penebangan pohon jika pohon tersebut mengkhawatirkan.
“Sejauh ini BPBD Kabupaten Kediri meminimalkan kejadian bencana yang mengakibatkan korban jiwa dan materiil. Kami lakukan pemetaan untuk mengantisipasi hal terburuk,” katanya.



















