Budidaya Lele Kediri Punya Potensi Besar, Serdik Sespimmen Polri Teliti Kendala Pakan dan Pemasaran

FGD sektor UMKM budidaya lele di Mapolres Kediri Kamis siang.
FGD sektor UMKM budidaya lele di Mapolres Kediri Kamis siang.(foto: istimewa)

KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Budidaya lele menjadi salah satu sektor usaha masyarakat yang memiliki potensi cukup besar di Kabupaten Kediri. Namun, di balik peluang tersebut, para pelaku usaha masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari tingginya harga pakan, keterbatasan modal hingga pemasaran.

Baca juga:Terdampak Tol Kediri-Kertosono, Pasar Buah Banyakan Dipindah ke Bakalan pada 2027

Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus penelitian peserta didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri melalui Management Course (MTC) Level III di wilayah hukum Polres Kediri, Polda Jatim.

Read More

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 13–14 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan di Aula Wicaksana Laghawa Polres Kediri, Kamis (13/8/2026) pagi.

Selanjutnya, peserta mengikuti focus group discussion (FGD) bersama sejumlah pemangku kepentingan sebelum turun langsung ke lokasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) budidaya lele untuk melakukan penelitian.

MTC Level III kali ini mengangkat tema pemberdayaan UMKM guna mendukung ekonomi yang produktif dan inklusif dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penelitian diarahkan untuk melihat potensi sekaligus persoalan yang dihadapi pelaku UMKM lele secara langsung di lapangan.

Dari kajian awal, budidaya lele di Kabupaten Kediri memiliki peluang pasar yang cukup besar. Namun, biaya produksi, akses permodalan, serta pemasaran masih menjadi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Pengawas Poklat XVIII Brigjen Pol Misbahul Munauwar mengatakan, MTC Level III menjadi kesempatan bagi Serdik untuk menguji kemampuan analisis melalui persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Semakin luas keterlibatan stakeholder, semakin dibutuhkan kemampuan koordinasi dan orkestrasi lintas sektor, dengan pembagian peran yang tetap berada pada kewenangan masing-masing,” ujarnya.

Bagi masyarakat Kabupaten Kediri, penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kebutuhan pelaku UMKM budidaya lele. Selain itu, hasil kajian diharapkan membuka ruang penguatan kolaborasi antara pelaku usaha dengan pemerintah, perbankan, dinas teknis, dan pemangku kepentingan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Kediri AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan, apresiasi atas dipilihnya Polres Kediri sebagai lokasi pelaksanaan MTC Level III.

Kapolres berharap seluruh rangkaian penelitian berjalan lancar dan menghasilkan kajian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selamat datang di Polres Kediri dan selamat melaksanakan kegiatan. Semoga seluruh rangkaian penelitian berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang terbaik. Mudah-mudahan apa yang dilakukan di sini juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:Dua Pekan Jalani Karantina, Tangis Paskibraka Kabupaten Kediri Pecah Saat Bertemu Orang Tua

Melalui penelitian langsung di lapangan, potensi dan persoalan UMKM budidaya lele di Kabupaten Kediri diharapkan dapat tergambar secara lebih nyata. Temuan tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk merumuskan langkah penguatan usaha masyarakat yang lebih tepat dan dapat diterapkan secara lebih luas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *