Bulog Tulungagung Mulai Salurkan Jagung SPHP untuk Peternak Ayam

Bulog Tulungagung Mulai Salurkan Jagung SPHP untuk Peternak Ayam
Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan saat memberikan pernyataan terkait penyaluran Jagung SPHP (isal/memo)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Perum Bulog Cabang Tulungagung mulai menyalurkan program pemerintah berupa Jagung Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam di wilayah Kabupaten Tulungagung. Hingga saat ini, puluhan ton jagung SPHP telah tersalurkan kepada para peternak.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan penyaluran Jagung SPHP telah dimulai sejak Sabtu (9/5/2026). Namun, penyaluran tersebut masih dilakukan secara bertahap dan belum masif.

Menurutnya, mekanisme penyaluran Jagung SPHP kini menggunakan aplikasi Klik SPHP, serupa dengan sistem distribusi Beras SPHP. Karena masih baru diterapkan tahun ini, banyak penerima manfaat yang belum memahami cara penggunaan aplikasi tersebut.

Read More

Baca Juga :Dewan Dorong KBM Lima Hari Bisa Pacu Belajar Siswa Lebih Maksimal

“Penyaluran Jagung SPHP baru tahun ini menggunakan Klik SPHP. Makanya hari ini baru mulai bimbingan teknis (Bimtek) penggunaan Klik SPHP terhadap perwakilan peternak dan koperasi peternak,” ujar Yonas, Senin (11/5/2026).

Saat ini, penyaluran Jagung SPHP di wilayah Tulungagung tercatat baru mencapai 57 ton.

Secara nasional, kuota program Jagung SPHP mencapai lebih dari 200 ribu ton. Untuk wilayah Jawa Timur, kuota yang dialokasikan mencapai 122 ribu ton. Sementara itu, Perum Bulog Cabang Tulungagung mendapatkan alokasi penyaluran sebanyak 83 ribu ton.

Kuota tersebut akan didistribusikan ke empat wilayah kerja Perum Bulog Cabang Tulungagung, meliputi Tulungagung, Trenggalek, serta Kota dan Kabupaten Blitar.

Yonas memastikan, setelah pelaksanaan bimbingan teknis bagi peternak dan koperasi peternak, penyaluran Jagung SPHP akan dilakukan secara lebih luas.

Baca Juga :Sempat Dinyatakan Hilang, Seorang Nenek di Tulungagung Ditemukan Membusuk di Sungai

“Setelah bimtek ini, kami akan masifkan penyaluran Jagung SPHP. Tidak ada target kapan harus selesai, karena penyaluran ini untuk sepanjang tahun 2026,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sistem penyaluran Jagung SPHP menggunakan data By Name By Address (BNBA) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Data penerima beserta kuota masing-masing sudah tercantum dalam aplikasi Klik SPHP.

Jagung SPHP nantinya disalurkan melalui koperasi peternak yang telah terdaftar dan terverifikasi pemerintah pusat. Para peternak ayam kemudian dapat menebus jagung tersebut melalui koperasi di wilayah masing-masing.

Besaran kuota yang diterima setiap peternak berbeda-beda, menyesuaikan skala usaha peternakan, mulai dari kategori mikro, kecil, menengah hingga besar.

Baca Juga :Polresta Malang Kota Ungkap 32 Kasus Narkoba, Sita 8,9 Kg Ganja dan 1,6 Kg Sabu

“Para calon penerima Jagung SPHP sesuai BNBA itu sudah ada di aplikasi Klik SPHP termasuk kuotanya juga sudah tertera. Jadi kalau mereka login, pilih nama peternak, kalau namanya tidak ada ya tidak bisa menebus,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *