Malang, SEJAHTERA.CO – Bupati Malang M Sanusi mengusulkan agar percepatan pembangunan jalan tol Kepanjen – Malang sepanjang 30 kilometer.
Usulan percepatan pembangunan jalan tol Kepanjen-Malang atau Malang-Kepanjen ini dilakukan pada saat Bupati Sanusi mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta beberapa hari lalu terkait infrastruktur.
Diketahui, jalan tol Malang-Kepanjen sejauh 30 kilometer ini sudah masuk dalam proyek prioritas Pemerintah Pusat periode 2025-2029.
Bupati Sanusi mengharapkan dukungan langsung dari Kementerian PU dan proyek strategis pembangunan jalan tol ini bisa segera terwujud.
Baca Juga :Pasar Gurah dan Pasar Kandangan Masuk Program Revitalisasi Pasar Kabupaten Kediri
Selain itu, Bupati Malang Sanusi ingin pembangunan jalan tol ini bisa memberikan dampak yang signifikan untuk mobilitas dan perekonomian di wilayah Malang Selatan.
Sebelumnya, Bupati Malang Sanusi masih menunggu Instruksi Presiden terkait pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen dan semoga bisa terwujud.
Pasalnya, pascapelantikan Prabowo sebagai Presiden RI banyak menteri atau wakil menteri yang berkunjung ke Malang.
Rencananya, jalan tol Malang-Kepanjen ini mempunyai panjang sekitar 30 kilometer dan terdapat 4 titik exit tol. Empat titik exit tol ini berada di wilayah Pakisaji, Kepanjen, Gondanglegi dan Tajinan-Pakis.
Baca Juga :Sudah Enam Dapur Sehat Berdiri untuk Pelayanan MBG di Kabupaten Kediri
Kendati demikian, jarak exit tol sampai ke jalan arteri tentu menjadi pertimbangan penting karena bisa memengaruhi investasi tambahan pembangunan jalur penghubung.
Keberadaan Jalan Tol Malang-Kepanjen ini bisa menjadi penghubung wilayah Malang dan Kementerian PU sendiri ingin pembangunan proyek infrastruktur dilakukan pada tahun 2028.
Padahal pembangunan proyek jalan tol ini akan tersambung dengan ruas Gempol Pandaan Malang dan telah ada sejak 2021.
Terdapat sejumlah dampak positif pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen seperti mempersingkat waktu tempuh dan mengurangi kemacetan.
Baca Juga :BPBD Kabupaten Kediri Minta Warga Waspadai Hujan Deras, Angin Kencang dan Pohon Tumbang
Demikianlah Bupati Malang Sanusi ingin Jalan Tol Malang-Kepanjen sepanjang 30 kilometer prosesnya dipercepat.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, mengatakan jalan tol tersebut selain menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, juga sekaligus mendukung pencapaian kedaulatan pangan.
“Kami mengusulkan percepatan pembangunan tol Malang-Kepanjen, termasuk jalur Gondanglegi-Balekambang dan infrastruktur lainnya,” ujarnya, Rabu (16/4/2025).
Tomie menjelaskan strategi pembangunan daerah harus sinergis dengan kebijakan nasional. Pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang mendukung ketahanan pangan nasional.
Baca Juga :Dinsos Kota Blitar: Pengurangan Data KPM Sudah Melalui Verifikasi
“Pak menteri menyampaikan, fokus utama adalah infrastruktur penunjang ketahanan pangan, seperti jaringan irigasi dan sanitasi. Bahkan akan diterbitkan Inpres agar pusat bisa turun tangan langsung dalam pembangunan itu,” jelasnya.
Meski fokus utama diarahkan pada ketahanan pangan, pembangunan jalan tetap masuk dalam kategori penting, termasuk Tol Malang-Kepanjen.
“Jalan tol tetap termasuk infrastruktur strategis. Meskipun bukan prioritas pertama, tetap menjadi bagian penting untuk mendukung akses distribusi pangan dan mobilitas masyarakat,” tegas Tomie.
Baca Juga :Jalur Zonasi di SPMB SMP 2025 Kabupaten Kediri Diperluas
Dengan pembangunan tol dan infrastruktur penunjang lainnya, Pemerintah Kabupaten Malang berharap tercipta pertumbuhan ekonomi yang lebih merata serta ketahanan pangan yang berkelanjutan.



















