Cemburu Postingan Pacar Di-Like, Empat Perempuan di Blitar Bully Teman Satu Sekolah

Cemburu Postingan Pacar Di-Like, Empat Perempuan di Blitar Bully Teman Satu Sekolah
Korban didampingi ibunya ketika memberikan keterangan di Unit PPA Polres Blitar Kota. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Media sosial di Blitar digegerkan dengan aksi bullying atau perundungan. Seorang anak perempuan di-bully hanya karena meng-like postingan salah satu pelaku perundungan.

Menurut Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar dalam tayangan di media sosial itu, seorang perempuan tengah berada di jembatan merah. Di lokasi itu ada segerombolan anak baru gede.

Korban yang hanya seorang diri, itu selanjutnya dimintai keterangan oleh beberapa pelaku. Puncaknya, beberapa di antaranya mengolok-olok dan berakhir dengan tendangan dan pukulan.

Read More

Baca Juga :Perpustakaan Proklamator BK Gelar Mediasi, Manajemen Iclik Cinta Minta Maaf dan Turunkan Video Viral

“Kami sudah turun tangan. Awalnya Polsek Sanankulon. Karena berkaitan dengan anak-anak kasusnya ditangani unit perlindungan perempuan dan anak atau PPA di Polres Blitar Kota,” kata Samsul Anwar, Minggu (9/3/2025).

Dia mengatakan, dari hasil penyelidikan, aksi bullying itu terjadi pada Februari 2025 lalu. Lokasinya di jembatan perbatasan antara Kecamatan Srengat dengan Sanankulon. Tetapi setelah didalami lebih lanjut, lokasi masuk Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon.

Dari hasil pemeriksaan korban, diketahui kronologi awal kejadian. “Jadi antara pelaku dengan korban sudah lama saling kenal,” katanya.

Saat itu, korban yang berada di rumah dijemput oleh para pelaku di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Ada empat perempuan yang notabene teman satu bangku salah satu SMP di Blitar.

Baca Juga :Rumah Pria di Ponorogo Diserbu Pejuang Garis Dua karena Punya Pohon Kurma

Ada yang berasal dari wilayah Srengat ada pula yang Sanankulon. Sampai di rumah korban, pelaku mengajak untuk keluar sebentar. Jarak antara rumah dengan lokasi kejadian juga tak jauh.

“Di pinggir sawah dekat jembatan itulah diduga terjadi aksi perundungan. Dan berakhir dengan pukulan dan tendangan. Katanya si pelaku ini cemburu hanya karena pacarnya di-like postingan oleh korban,” katanya.

Puas mem-bully, para pelaku pun pergi. Korban mengaku sempat diancam jika melapor ke orang tuanya. Entah bagaimana ceritanya. Ternyata rekaman bully itu pun beredar luas di media sosial di Blitar. Polisi yang mendapat kabar segera bertindak.

Setelah menyelidiki korban pun diketahui identitasnya oleh polisi. Dari situlah, polisi bergerak. Karena berkaitan dengan anak-anak, akhirnya diarahkan ke Unit PPA di Polres Blitar. Didampingi orang tua, korban pun menjlentrehkan kasus yang dialami.

Baca Juga :Polres Batu Bukber dan Bagikan Bingkisan ke Anak Yatim Piatu

Di hadapan polisi, korban sampai saat ini masih trauma dan mengaku masih kesakitan. “Korban dan orangtua masih dimintai keterangan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *