Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama Ramadan, terdapat ratusan pelaku Usaha Mikro (UM) yang berjualan di Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara (Savana) Tulungagung. Rupanya, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari kawasan itu mampu menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sehari.
Koordinator Pedagang Savana, Haris Mukti mengatakan, Savana Tulungagung ini merupakan kali pertama pada bulan Ramadan yang baru tercetus pada tahun 2025 ini. Dimana pada Savana Tulungagung, terdapat sebanyak 100 pedagang yang berjualan di sepanjang jalan W.R Supratman Pasar Wage Tulungagung.
Secara rinci, dari ratusan pedagang yang berjualan pada event Savana Tulungagung ini, 80 persen di antaranya merupakan pedagang yang biasa berjualan pada saat event Car Free Day (CFD). Sedangkan 20 persen sisanya, merupakan pedagang asli yang sebelumnya sudah berjualan di area jalan W.R Supratman Pasar Wage.
Baca Juga :Barang Impor Mengancam Poduk UMKM Lokal, Pengawasan Kementerian Perdagangan Dipertanyakan
“Pedagang yang berjualan di sini mayoritas merupakan pedagang yang berjualan pada event CFD. Tidak semuanya pedagang yang berjualan pada event CFD berjualan disini, karena kami juga ingin agar pedagang yang sudah berjualan di sini tetap berjualan,” kata Haris Mukti, Jumat (7/3/2025).
Selama tujuh hari pelaksanaan event Savana Tulungagung perputaran ekonomi yang dihasilkan pada event tersebut terbilang sangat menggiurkan. Dia mencatat jika dalam sehari setidaknya mampu menghasilkan perputaran ekonomi Rp 20 juta sampai Rp 25 juta sehari.
Padahal, pada event Savana Tulungagung ini, para pedagang yang berjualan hanya diberi waktu yang relatif singkat, yakni kurang lebih selama empat jam saja dalam satu hari. Para pedagang pun juga merasa jika pendapatan yang dihasilkan pada event Savana Tulungagung ini lebih meningkat dibanding saat event CFD.
“Semua pedagang baik yang sebelumnya berjualan di CFD maupun yang sudah berjualan di area jalan W.R Supratman merasa jika omset yang mereka hasilkan meningkat,” ungkapnya.
Sebagai gambaran, Haris menyebut, bagi pedagang yang sebelumnya berjualan pada event CFD hanya mampu menghasilkan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu dalam sehari dan hanya berlangsung seminggu sekali. Sedangkan saat berjualan pada event Savana Tulungagung, mereka mampu menghasilkan Rp 600 ribu.
Meski begitu, pedagang yang diperbolehkan untuk berjualan pada event Savana Tulungagung juga harus menjalani seleksi secara ketat dan bertahap. Dimana pada proses seleksi itu, pihaknya lebih mengutamakan pedagang asli di jalan W.R Supratman yang kemudian diikuti pedagang CFD yang dinilai tertib.
Baca Juga :Sanggahan Ditolak, Eks Kepala DLH Kabupaten Ponorogo Jadi Staf di Dinas Perpustakaan dan Arsip
“Kami tidak ingin adanya event ini justru merebut lokasi pedagang lama yang sudah berjualan disini, jadi semuanya mendapatkan porsi yang sesuai dan utamanya peningkatan ekonomi bagi pelaku UMKM,” pungkasnya.



















