Delapan Desa di Tulunggaung Selatan Minta Droping Air Bersih, Terparah desa ??

Delapan Desa di Tulunggaung Selatan Minta Droping Air Bersih, Terparah desa ??

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama satu pekan terakhir, beberapa desa di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung mengalami kekeringan dan meminta dropping air bersih setiap harinya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengatakan, berdasarkan datanya, total ada delapan desa dari empat kecamatan di Tulungagung yang mengalami kekeringan selama satu pekan terakhir.

Delapan desa tersebut yakni Desa Kalibatur, Winong, Rejosari dan Banyu Urip di Kecamatan Kalidawir. Kemudian Desa Besuki Kecamatan Besuki, Desa Pelem, Tumpak Celeng Kecamatan Campurdarat dan di Tenggarejo Kecamatan Tanggunggunung.

Read More

“Kekeringan di Tulungagung saat ini sudah semakin parah yang mana ada 8 desa dari 4 kecamatan di Tulungagung mengalami kekeringan,” kata Gilang Zelakusuma, Kamis (12/10/2023).

Bencana kekeringan pada wilayah tersebut, jelas Gilang, disebabkan lantaran air pam warga pada delapan desa tersebut sudah kering selama satu pekan terakhir. Ditambah lagi, letak geografis dari delapan desa tersebut juga berpengaruh lantaran berada pada wilayah perbukitan.

Akibat bencana kekeringan itu, masing-masing desa sudah mengusulkan bantuan atau dropping air bersih ke BPBD Tulungagung yang mana permintaan tersebut sudah direspon. Bahkan dalam satu hari saja, pihaknya mengirimkan dropping air bersih sebanyak dua tangki untuk satu desa.

“Satu tangki air itu kapasitasnya 5.000 liter, jadi total untuk satu desa dapat 10 ribu liter air bersih. Biasanya 10 ribu liter itu bisa bertahan selama tiga hari, jadi satu desa setiap tiga hari sekali kami kirimkan air bersih,” jelasnya.

Disinggung terkait air yang diberikan, Gilang mengungkapkan jika sebenarnya dropping air tersebut kebanyakan untuk pemenuhan air minum atau memasak. Sedangkan untuk kebutuhan air untuk mandi, warga dihimbau untuk mengambil air dari dusun di bawahnya.

Menurut Gilang, selama ada permintaan air bersih, pihaknya akan terus berupaya untuk memenuhi permintaan warga dalam kebutuhan air bersih. Namun apabila anggaran dari BPBD Tulungagung sendiri tidak cukup, pihaknya juga berupaya meminta bantuan Provinsi maupun Pusat.

“Kami juga meminta bantuan tandon air ke BNPB untuk diberikan warga. Tetapi karena kekeringan tidak hanya terjadi di Tulungagung, kami disuruh menunggu,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *