Kediri, SEJAHTERA.CO – Keberadaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Tarokan Kabupaten Kediri menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Kediri.
Siswa di SRMA Kediri ini dari kalangan keluarga kurang mampu, dan adanya SR ini pula untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kediri jangan sampai orang tua miskin anaknya ikut miskin.
Dodi Purwanto Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri mengapresiasi adanya SRMA Kediri dan ini bentuk kepedulian pemerintah kepada anak dari keluarga kurang mampu yang miliki prestasi ataupun prestasinya kurang. Terlebih sarana prasarana lengkap tentu semangat belajar lebih tinggi.
Baca Juga :DPRD Kota Madiun dan Pemkot Madiun Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS
“Keberadaan SRMA ini untuk anak dari keluarga kurang mampu dan tujuannya memutus mata rantai kemiskinan. Untuk lokasi sebenarnya nantinya di Desa Plosokidul Plosoklaten menempati lahan 7,5 hektare dan sarpras sama yang ada di BPKASN Tarokan,” katanya, Selasa (22/7/2025).
Politisi senior PDI Perjuangan Kabupaten Kediri ini berharap dengan sarpras yang lengkap ini anak anak tumbuh dengan baik dan memanfaatkan sarpras dengan baik pula. Bisa konsentrasi penuh saat belajar sehingga miliki prestasi dan daya saing.
Baca Juga :Sempat Molor Target Adipura 2025, Nganjuk Kebut Persiapan Kebersihan dan RTH
“Di Indonesia ada 124 lebih SRMA dan di Kediri dinilai lebih istimewa dan sarpras setara dengan sekolah internasional. Karenanya anak anak harus lebih pandai dalam capaian prestasi,” imbuhnya.



















