Digeruduk Masyarakat, KPU dan Bawaslu Kota Madiun Diberi Kado Pedang Plastik, Daster hingga Bra

Digeruduk Masyarakat, KPU dan Bawaslu Kota Madiun Diberi Kado Pedang Plastik, Daster hingga Bra
Bawaslu Kota Madiun saat diberi kado daster dan bra oleh masyarakat. (rio/sejahtera.co)

Madiun, SEJAHTERA.CO – Kantor KPU dan Bawaslu Kota Madiun digeruduk puluhan warga pada Jumat (25/10/2024). Aksi geruduk tersebut dikarenakan kesal serta tidak puas atas kinerja mereka.

Baca Juga :Temukan Surat Suara Ada Noda Tinta di Gambar Calon, KPU Kabupaten Blitar Minta Ganti

“Kedatangan kami ini adalah bentuk kekesalan dan gregetan, atas kinerja para penyelenggara pemilu yang ada di Kota Madiun ini,” ujar Budi Santoso, perwakilan dari massa yang mengatasnamakan forum masyarakat bersama ini.

Read More

Ia menambahkan bahwa penyelenggara pemilu di Kota Madiun tersebut, tidak profesional, dan netralitasnya tidak dijaga dengan baik.

Baca Juga :Sebanyak 75 Pemilih di Tulungagung Ajukan Pindah Memilih, DPT Berkurang 8 Pemilih

Menurutnya, misal, dalam penanganan kasus money politic yang terjadi beberapa lalu, menjadi hal yang lucu. Pasalnya atas temuan pihak Bawaslu Kota Madiun sendiri namun tiba-tiba ditutup dan tidak bisa dilanjutkan kembali karena bukti yang kurang.

“Ini hal yang lucu, hasil tangkapan sendiri namun tidak bisa menyelesaikannya,” ucap Budi Santoso.

Baca Juga :Sinergi Penguatan Kapasitas Lembaga Desa, TMMD 122 Kodim 0809/Kediri bersama DPMPD Kabupaten Kediri Gelar Sosialisasi

Dalam aksi geruduk ini, mereka juga memberikan oleh-oleh yang cukup unik kepada KPU Kota Madiun dan Bawaslu. KPU diberikan sebuah pedang mainan dari plastik dan lipstik sedangkan Bawaslu diberi bra, daster dan wortel.

Budi menjelaskan alasan memberikan pedang plastik tak lain agar pihak KPU Kota Madiun menajamkan dirinya dari yang awalnya dari plastik menjadi logam yang betul-betul tajam.

Baca Juga :Satu Bulan Jelang Pencoblosan, Dispendukcapil Ponorogo Kejar Target Perekaman e – KTP untuk Pemula.

Untuk lipstik, ia menyebut bahwa komisioner lelaki yang ada di KPU Kota Madiun masih banci semua, maka dari itu pihaknya memberi sebuah lipstik.

“Sedangkan untuk Bawaslu Kota Madiun, daster dan bra ini agar mereka benar-benar menjadi lelaki (bukan banci) karena tidak bisa menyelesaikan temuannya sendiri. Dan mengenai wortel, filosofinya adalah vitamin A, agar dalam pengawasan lebih jeli dan lebih awas dari yang sekarang,” bebernya.

Baca Juga :Cara Unik Satlantas Polres Batu Sosialisasi Operasi Zebra Semeru 2024 pada Pelajar SD

Ia pun berharap bahwa pihak KPU Kota Madiun dan Bawaslu Kota Madiun bisa bekerja secara profesional, integritas dan tidak memihak kepada siapapun.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Madiun Pita Anjarsari menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan kepedulian masyarakat terhadap tahapan Pilkada serentak 2024 Kota Madiun.

Baca Juga :Sejumlah Infrastruktur Rusak Terdampak Bencana, ini Langkah Pemkab Trenggalek

“Terima kasih atas kunjungan serta penyampaian aspirasi pada hari ini. Tentunya atensi yang diberikan ini, kami KPU Kota Madiun akan berupaya semaksimal mungkin agar Pilkada Kota Madiun bisa terselenggara dengan aman, nyaman dan damai sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.

Terpisah, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Madiun, Novery Wahyu Hidayat, mengaku berterima kasih banyak terhadap warga yang sudah datang serta memberikan aspirasi.

Baca Juga :Sebanyak 87 PMI Diberangkatkan ke New Zealand, Pj Bupati Tulungagung: Kerja di Perkebunan Apel 

“Tentunya ini adalah wujud kecintaan elemen masyarakat, agar kinerja Bawaslu Kota Madiun bisa menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *