Kediri, SEJAHTERA.CO – Sekalipun di Kabupaten Kediri tidak ditemukan adan hanya virus yang disebabkan dari tikus rumahan atau gorong-gorong, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri tetap mewaspadai sebagai virus yang berbahaya dan mematikan.
Gejala awal hantavirus, muncul satu minggu setelah ada gigitan, terkena kotoran dan air liur tikus.
Selanjutnya berkembang ke gejala mirip flu, demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala hebat dan lebih cepat ke sesak nafas.
Jika kondisi seperti ini hendaknya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan serius dari dokter atau untuk mendapatkan ruang isolasi.
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib menyampaikan untuk hindari adanya paparan virus ini hendaknya jaga kesehatan dengan baik, kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Tikus sifatnya mencari tempat yang lembab dan kotor kemudian mencari makanan di dalam rumah dan kondisi inilah yang bisa menyebarkan virus.
” Virus itu cepat menyebarkan penyakit. Karena jaga kebersihan lingkungan rumah, jaga kebersihan makanan jangan sampai diserobot tikus karena sifat kotor tikus menyebarkan penyakit dan berdiam di tempat lembab dan sering berpindah,” katanya.
Khatib berpesan ke petugas pelayanan puskesmas di Kabupaten Kediri untuk ikut sosialisasi dan edukasi cegah hantavirus terjadi di Kabupaten Kediri.
Ini upaya berikan penerangan kesehatan masyarakat untuk PHBS dan pencegahan hantavirus di Kediri.



















