Kediri, SEJAHTERA.CO – Sekalipun belum menemukan warga Kabupaten Kediri terpapar Chikungunya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri melakukan monitoring di wilayah Kabupaten Kediri untuk warga yang terpapar virus jentik nyamuk tersebut.
Baca Juga :Jalan Santai Mbak Vinanda dan Gus Qowim, Bagikan Mobil dan Umroh kepada Warga Kota Kediri
Melalui puskesmas – puskesmas yang ada di Kabupaten Kediri monitoring kemungkinan paparan Chikungunya dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Kediri.
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr Ahmad Khatib berharap petugas medis puskesmas setempat memantau situasi yang ada jika ada warga yang terpapar Chikungunya segera ditangani dan dilaporkan ke dinkes untuk mendapatkan pendataan dan perlu perhatian khusus.
Baca Juga :DKPP Kabupaten Kediri Pasang Eartag untuk Sapi yang Sudah Divaksin dan Sehat
“Kita tetap pantau perkembangan yang ada saat ini. Memang belum ada laporan masuk tapi kira harus tetap respon dalam kondisi cuaca tak menentu seperti sekarang dan cenderung lembab. Karena kasus gejala chikungunya mirip dengan demam berdarah,” katanya, Senin (20/1/2025).
Khatib menambahkan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Tentu nyamuk sebagai penyebab Chikungunya bisa lebih awal ditangani untuk mencegahnya dengan membersihkan sarangnya. Hal inilah yang perlu diedukasikan dan disosialisasikan secara berkelanjutan.
Baca Juga :DLH Kabupaten Kediri Maksimalkan Pantauan dan Pengawasan RTH, Waspadai Warga Berburu Koin Jagat
“Agar tumbuh kesadaran untuk penerapan pola hidup dan bersih (PHBS) lebih intens. Karena lingkungan yang rumah yang bersih bisa mencegah terjadinya paparan chikungunya,” imbuhnya.



















