Dinsos Ponorogo Amankan Pengemis dengan Membawa Anak, Sebulan Bisa Dapat Rp6 Juta

Dinsos Ponorogo Amankan Pengemis dengan Membawa Anak, Sebulan Bisa Dapat Rp6 Juta
Dinsos Ponorogo saat membina pengamen WN beserta anaknya (Dinsos/sejahtera.co)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Kabupaten Ponorogo masih menjadi ladang yang ‘basah’ bagi para pengemis mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari meminta-minta. Buktinya, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) mengamankan pengemis berinisial WN warga Kabupaten Madiun.

Ironisnya, ibu paruh baya tersebut saat jadi pengemis membawa sang anak yang baru berusia 2,5 tahun untuk ikut mengemis. Bahkan, uang yang dikumpulkan dari hasil meminta-minta tersebut mencapai ratusan ribu dalam sehari.

Kepala Dinsos P3A, Supriyadi mengungkapkan jika pengemis tersebut diamankan di kawasan sekitar perempatan Jalan Arif Rahman Hakim, setelah banyaknya laporan masyarakat yang mengeluhkan aktivitas pengemis tersebut.

Read More

Baca Juga :PWI Nganjuk-PC PMII Gelar Diklat Jurnalistik untuk Cetak Wartawan Masa Depan, Rangkaian HPN 2025

“Kita amankan hari Jumat kemarin, sehari Rp200 ribu lebih, kalikan saja 30 hari. Bisa Rp6 juta sebulan. Gaji PNS saja kalah,” ungkap, Supriyadi kepada wartawan, Minggu (9/3/2025).

Supriyadi juga mengatakan pengemis tersebut biasa beroperasi sekitar pukul 10.00 pagi sampai pukul 16.00. Pengemis tersebut juga mengaku membawa anaknya agar para pengendara merasa simpatik dan iba.

“Padahal kondisi ibunya sehat, tapi ya bagaimana orang kita itu kalau disentuh sedikit merasa kasihan. WN merasa nyaman dengan mengemis,” ujarnya.

Tidak hanya di Kabupaten Ponorogo, WN juga diketahui mengemis di daerah lain. Selama mengemis dirinya dibantu oleh sang suami yang sebelumnya pernah beberapa kali terjaring razia.

Baca Juga :Perempuan Warga Binaan Lapas Blitar Melahirkan Bayi Kembar, Tanpa Suami Akhirnya Diadopsi

“Ya kadang ke Ponorogo ke Ngawi ke Magetan, kalau sedang ramai bisa berminggu-minggu,” urai Supriyadi.

Supriyadi menjelaskan bahwa WN sudah dibina dan dikembalikan ke keluarganya. Dia menyarankan untuk para korban pengguna jalan melakukan treatment kepada pengemis. Dengan tidak memberikan uang kepada mereka.

“Sebenarnya treatment yang pas itu ya tidak usah diberikan uang. Selama masih diberikan uang mereka tetap mengemis. Kalau mau berbagi bisa ke lembaga resmi seperti panti asuhan atau lembaga zakat dan infaq,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *