Kediri, SEJAHTERA.CO – Adanya beberapa siswa di Kabupaten Kediri yang tidak mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disiapkan pihak sekolah, dan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri.
Kepala Disdik Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Muhsin menilai ada beberapa alasan siswa tidak sepenuhnya mengkonsumsi MBG karena ada yang dibawa pulang untuk diberikan ke ibu atau neneknya.
Terkadang mereka membawa kotak makanan tersendiri dari rumah dan dibawa pulang.
“Memang ada yang dibawa pulang karena mereka ingat orang rumah. Ada juga MBG yang tidak disentuh di sekolah meski menu lengkap dan nilai gizi tinggi. Ini hanya karena mereka ingat orang rumah,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga :Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025, Matangkan Persiapan Pengamanan Nataru
Muhsin sangat berharap MBG yang diberikan ke siswa penerima manfaat bisa mengkonsumsi atau menghabiskan MBG tersebut di sekolah saat jam istirahat.
Sehingga MBG habis dan makanan tidak sia-sia. Guru harus bisa berikan motivasi agar siswa mau konsumsi MBG hingga habis. Karena anggaran besar harus bisa terserap.
“Adanya SPPG yang pernah tidak operasional perlu koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Sedangkan untuk libur sekolah mulai 22 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026, MBG sementara dihentikan karena siswa libur. (bak)



















