Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pemkab Ponorogo terus menunjukkan kepedulian terhadap dunia pesantren, khususnya dalam bidang kesehatan.
Melalui Dinas Kesehatan, Pemkab Ponorogo menyalurkan bantuan alat kesehatan sederhana kepada 22 pondok pesantren sebagai upaya mendukung pola hidup sehat para santri.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan, bantuan ini merupakan langkah awal dari program jangka panjang yang menempatkan kesehatan pesantren sebagai prioritas.
Ke depan, program ini akan terus diperluas ke pondok-pondok pesantren lain secara bertahap.
Baca Juga :Belasan Pekerja Warung Remang-remang Positif HIV, Dinkes Ponorogo Akan Gencarkan Skrining
“Kami mencoba mendeteksi dan mempromosikan pola hidup sehat sejak dini. Harapannya, pesantren bisa mandiri menjaga kesehatan santri-santrinya,” ungkap Bupati Sugiri, Rabu (7/5/2025).
Alat kesehatan yang disalurkan mencakup tensimeter, timbangan badan, termometer, hingga tempat tidur pemeriksaan. Peralatan ini diharapkan bisa membantu pesantren memantau kondisi kesehatan santri secara berkala dan lebih cepat menangani jika ada keluhan kesehatan.
“Nanti pesantren semua dapat alkes, kalau ada gejala penyakit, bisa langsung terpantau dan ditindaklanjuti. Jadi tidak telat penanganan,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitangingarti menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dengan puskesmas setempat.
Baca Juga :Buron Pengedar Narkoba di Nganjuk Tertangkap, Diringkus saat di Rumah
Ponpes Al Idris, misalnya, disebut rutin menjalin komunikasi dengan puskesmas untuk memantau kesehatan para santri.
“Ini bukan program sekali jalan. Kami aktif berkoordinasi dengan pesantren, termasuk Muhammadiyah dan NU, semuanya mendapat perlakuan yang sama,” kata Ayu.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al Idris, Habibul Anami, menyambut baik inisiatif Pemkab Ponorogo. Ia menilai, perhatian semacam ini belum pernah dirasakan sebelumnya secara langsung dari pemerintah daerah.
Dirinya berharap, langkah ini menjadi awal dari perhatian yang berkelanjutan, sehingga kesehatan santri dapat terus terjaga dan para pengasuh pesantren merasa terbantu.
Baca Juga :Sekda Priyo Suhartono Berangkat Haji, Wali Kota Blitar Ajukan Pejabat Sementara
“Waktu COVID-19 kemarin dapat, saat itu masker dan handsanitizer dari pusat. Tapi untuk alat kesehatan baru ini kami dapat perhatian langsung seperti ini dari kabupaten. Sangat bermanfaat bagi kami,” tandas Habibul.



















