DP2KBP3A Kabupaten Kediri Adakan Pendampingan Anak Korban Asusila Tokoh Agama

DP2KBP3A Kabupaten Kediri Adakan Pendampingan Anak Korban Asusila Tokoh Agama
Tim DP2KBP3A Kabupaten Kediri di rumah ketua RT adakan dialog dengan orang tua korban pencabulan tokoh agama. (bakti/memo)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Hingga sejauh ini kasus dugaan pencabulan oknum tokoh agama di wilayah Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri masih menjadi perbincangan warga setempat.

Data terbaru korban pencabulan H0 (60) jumlahnya 13 anak. Sementara pelaku diamankan di Polres Kediri untuk penyidikan lebih lanjut

Terkait hal ini Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri mengambil langkah pendampingan kepada anak korban cabul oknum tokoh agama tersebut, dengan maksud anak-anak ini tidak trauma dan tetap bisa sekolah seperti biasanya.

Read More

Sementara, Intan Candra Dewi SKm M.kes, Kabid PPPA DP2KBP3A Kabupaten Kediri menyampaikan asesmen dan pendampingan pada anak-anak perlu dilakukan agar mereka tidak trauma pada peristiwa yang dialaminya.

Baca Juga :Polisi Amankan Dua Pencuri Jeruk di Malang, Satu Pelaku Pernah Dipenjara

“Kita adakan pendampingan pada anak anak tersebut agar tidak trauma dan masih bisa lakukan kegiatan sehari hari dan tetap sekolah,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Arik perangkat desa setempat, pendampingan pyskologis dari DP2KBP3A Kabupaten Kediri sangat diperlukan agar anak-anak tidak terbebani dengan kasus yang menimpanya.

Sementara Murjito ketua RT setempat menyampaikan, sebelumnya ia mendapatkan laporan satu orang tua anak yang korban cabul tokoh agama, setelah berkonsultasi dengan perangkat desa ternyata banyak laporan masuk hingga jumlahnya 13 anak.

Baca Juga :Tingkatkan Keamanan Perjalanan KA, DJKA Lakukan Uji Fungsi Jembatan BH 613 Kras

“Pada akhirnya pelaku dibass polisi karena perilaku menyimpang pelaku ini. Hari ini di rumah kami ada rembugan dan asesment untuk anak anak agar tidak trauma dengan peristiwa yang mereka alami,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *