DPKH Tulungagung Temukan Delapan Hati Sapi Kurban Terinfeksi Cacing Hati, Langsung Dimusnahkan

Petugas Kesehatan Hewan memeriksa post-mortem terhadap hewan kurban yang sudah disembelih.
Petugas Kesehatan Hewan di Tulungagung saat melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap hewan kurban yang sudah disembelih.(foto: mochammad sholeh sirri)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung menemukan sejumlah sapi kurban yang terinfeksi cacing hati (*Fasciola hepatica*) selama pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha 2026. Organ hati yang terjangkit parasit tersebut terpaksa dimusnahkan karena tidak layak untuk dikonsumsi.

Baca juga:Kartika Asianto Undoyoko Terpilih Jadi Ketua POBSI Lamongan Secara Aklamasi  

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan (Kesmavet dan Kesrawan) DPKH Tulungagung, Eersthanty Novelita, mengatakan pihaknya menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem selama Iduladha.

Read More

Sebanyak 50 dokter hewan disebar ke sejumlah masjid besar di setiap kecamatan. Selain itu, puluhan petugas paramedis inseminator yang telah mendapatkan pelatihan juga diterjunkan untuk membantu pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat delapan hati sapi yang tidak layak dikonsumsi karena terinfeksi cacing hati. Seluruh organ yang terjangkit langsung dimusnahkan.

“Ada satu kasus Fasciola hepatica pada sapi yang disembelih di RPH kemarin, sedangkan sisanya ditemukan di luar RPH atau di beberapa lokasi penyembelihan hewan kurban di masjid,” kata Eersthanty Novelita, Jumat (29/5/2026).

Perempuan yang akrab disapa Tanti itu menjelaskan, secara umum kondisi hewan kurban yang diperiksa petugas dalam keadaan sehat dan aman untuk dikonsumsi. Selain delapan kasus yang menyebabkan organ hati harus dimusnahkan, petugas juga menemukan lima hingga tujuh sapi lain yang terindikasi cacing hati dengan tingkat kerusakan ringan sehingga masih dinyatakan layak konsumsi setelah dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, seluruh sapi kurban bantuan Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang disalurkan ke berbagai kecamatan dipastikan dalam kondisi sehat. Petugas kesehatan hewan tidak menemukan gejala penyakit klinis berbahaya pada hewan-hewan tersebut.

Baca juga:Jelang Iduladha, Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Lamongan Aman dan Cukup

“Rata-rata hewan kurban di masjid-masjid besar dalam kondisi sehat, termasuk 27 ekor sapi bantuan dari Pemkab Tulungagung,” ujarnya.

Terkait jumlah hewan kurban yang disembelih, Tanti memperkirakan terjadi penurunan dibandingkan Iduladha tahun lalu. Penurunan volume penyembelihan diperkirakan berkisar 10 hingga 15 persen.

Menurutnya, hingga Jumat (29/5/2026), tercatat sekitar 160 ekor sapi dan 382 ekor kambing telah disembelih di berbagai wilayah Tulungagung. Namun data tersebut masih bersifat sementara karena proses penyembelihan masih berlangsung hingga Sabtu (30/5/2026).

“Faktor utama penurunan ini dipicu oleh kenaikan harga sapi di pasaran serta kondisi perekonomian masyarakat yang masih cukup berat. Namun perkiraan ini masih bisa berubah karena proses penyembelihan masih berlangsung,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *