Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKP) Tulungagung rutin melakukan pengawasan produk hewan. Hasilnya, petugas selama ini tidak mendapati adanya daging ayam tiren atau daging sapi gelonggongan yang dijual dipasaran.
d Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan (Kesmavet dan Kesrawan), DPKP Kabupaten Tulungagung, Eersthanty Novelita mengatakan, selama bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri, pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap produk hewan, seperti halnya daging ayam/sapi, telur dan lain-lain.
Pengawasan ini dilakukan pada sejumlah tempat mulai dari unit usaha produk hewan, Rumah Potong Hewan (RPH), ritel pengolah usaha produk hewan hingga pasar-pasar tradisional. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan, keutuhan, kehalalan, serta sanitasi produk hewan yang tersebar di pasaran sudah sesuai.
“Setiap Ramadan dan hari raya Idulfitri, kami rutin melakukan pengawasan produk hewan, seperti daging ayam/sapi, telur, jeroan ayam/sapi, susu dan lain-lain. Itu kami lakukan untuk menjaga keamanan, keutuhan, kehalalan produk hewan ini sesuai standar,” kata Eersthanty Novelita, Senin (17/3/2025).
Tanti menyebut, standar keamanan yang dimaksud meliputi tidak adanya daging ayam yang disuntik air, tidak ada daging ayam tiren, telur yang dijual dipastikan aman. Kemudian untuk daging sapi yang dijual dipantau kesehatannya, termasuk dengan tidak adanya daging sapi gelonggongan.
Selama melakukan monitoring pada sejumlah lokasi tersebut, pihaknya sejauh ini tidak menemukan adanya produk hewan yang tidak sesuai standar dan beredar di pasaran. Dimana pihaknya memastikan semua produk hewan utamanya daging ayam/sapi dan telur yang dijual sudah aman dan halal.
“Hasil pantauan kami, pada beberapa pasar bersama Puskeswan itu tidak ditemukan adanya ayam suntik, ayam tiren, maupun daging sapi yang bermasalah atau bekas gelonggongan,” ungkapnya.
Baca Juga :Bawa Samurai dan Lakukan Pemukulan, Dua Pemuda Diamankan Polsek Gurah
Pengawasan seperti ini, jelas Tanti, rutin dilakukan lantaran dampak dari daging yang tidak sehat bisa lebih cepat membusuk dan mengandung bakteri e-coli. Dimana hal ini tentunya merugikan masyarakat yang mengkonsumsi lantaran bisa menimbulkan berbagai macam penyakit setelah mengkonsumsinya.
Menurut Tanti, terdapat ciri-ciri produk hewan terutama daging yang tidak sehat, seperti daging ayam yang disuntik, biasanya terdapat bekas suntikan di bagian paha, warna yang lebih mengkilap dan berair ketika ditekan. Sedangkan ciri-ciri daging sapi gelonggongan, saat digantung akan sering meneteskan air.
“Setiap pengawasan, kami kerap mengedukasi para pedagang untuk tidak berbuat curang. Seperti daging ayam yang disuntik air itu untuk mengelabuhi beratnya. Kami juga ingatkan jika hal itu termasuk melanggar keamanan pangan dan bisa dipidanakan,” pungkasnya.



















