Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kekeringan di Kabupaten Trenggalek belum tuntas, malah meluas, meskipun Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek diguyur hujan lebat dua hari berturut-turut.
Baca Juga :Selebgram Diduga Kena Tipu Sewa Villa di Kota Wisata Batu
Hujan itu memicu terjadinya bencana alam di sejumlah daerah.
Merujuk data BPBD Trenggalek, daerah terdampak bencana hidrometeorologi pada 19-20 Oktober lalu, tidak sepenuhnya masuk pendataan daerah terdampak kekeringan di Trenggalek.
Baca Juga :Dua Kurir Sabu Diringkus Polres Kediri, Sebanyak 15,21 Gram Narkoba Diamankan
Bencana hidrometeorologi akibat hujan dua hari itu menyebabkan bencana alam tanah longsor dititik Desa Dukuh dan Sawahan di Kecamatan Watulimo. Kemudian, titik di Desa Jombok dan Pule, Kecamatan Pule serta 11 titik di Desa Bangun Kecamatan Munjungan.
Melihat titik itu, hanya Desa Pule yang masuk wilayah daerah terdampak kekeringan. Sementara daerah terdampak bencana lainnya tidak masuk wilayah terdampak kekeringan merujuk data BPBD Trenggalek.
Baca Juga :Kawasan Kumuh Meningkat 240 Hektare, Ini Penjelasan Disperkim Tulungagung
Dengan kata lain, mesti hujan turun dua hari berturut-turut, tidak berdampak signifikan.
“Kalau mengurangi dampak kekeringan di wilayah yang dilanda hujan itu mungkin iya, tapi kalau menanggulangi secara keseluruhan belum,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Selasa (22/10/2024).
Hingga saat ini, terdapat sebanyak 70 desa di 14 Kecamatan Trenggalek dilanda bencana kekeringan. Jumlah itu hampir separuh desa dari total 152 desa dan 5 kelurahan dari 14 Kecamatan di Trenggalek.
Baca Juga :Update Kerusakan Bencana di Trenggalek: Belasan Rumah Rusak – Jembatan Putus, BPBD Ingatkan Soal ini
Meskipun jumlahnya lebih banyak dari tahun lalu, namun titik bencana kekeringan itu mengalami perubahan.
“Jadi titiknya tidak sama dengan tahun lalu. Tahun ini mengalami kekeringan, belum tentu tahun lalu mengalami kekeringan,” imbuhnya.
Kekeringan di puluhan desa itu mengakibatkan sebanyak 37.541 jiwa dari 15.488 kepala keluarga mengalami krisis air bersih.
Untuk menanggulangi itu, Triadi menyebut sebanyak 1.588 kali tangki telah didistribusikan. Selain itu, petugas juga telah mendistribusikan 219 terpal, 236 tandon, 49 tandon lipat dan 820 jeriken.
“Pendistribusian air bersih dilakukan bersama petugas gabungan. Semoga kekeringan di Trenggalek segera akhir,” pungkasnya.



















