Dua Korban Keracunan Sate Gule di Ponorogo Masih Menjalani Perawatan Insentif, Polisi Periksa 41 Saksi

Dua Korban Keracunan Sate Gule di Ponorogo Masih Menjalani Perawatan Insentif, Polisi Periksa 41 Saksi
Salah satu korban keracunan yang masih menjalani perawatan di RSUD Aisyiah Ponorogo. (istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Dua orang korban keracunan masal dari klaster pondok pesantren (Ponpes) di Desa Belang Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo masih menjalani perawatan insentif di RSU Aisyiah. Dua orang yang saat ini dirawat itu merupakan anak dan bapak.

Elsa Fitria, salah satu korban keracunan masal yang saat ini dirawat bercerita, saat dibawa ke rumah sakit pada Jumat (31/1/2025) kondisinya lemas, mual, diare. Namun, saat ini kondisinya sudah mulai membaik meski kadang masih terasa mual.

Baca Juga :Ada 40 Perumahan di Kota Batu yang Bandel, Diduga Belum Lengkapi Perizinan

Read More

“Kalau sekarang sudah membaik, lemasnya sudah berkurang. Kalau awal masuk rumah sakit itu kedinginan, panas tinggi sampai mengigau kata ibu, lalu pusing, mual dan diare,” ungkap Elsa, saat ditemui di rumah sakit, Senin (3/2/2025).

Dirinya mengatakan jika kondisi tersebut muncul setelah mengonsumsi sate kambing yang dibawa ibunya dari salah satu pondok pesantren di Desa Belang. Ponpes itu merupakan tempat ibunya bekerja.

“Ibu kan kerja di sana, jadi sate kambing itu dibawa pulang, terus dimakan bersama-sama, saya juga makan,” imbuhnya.

Dari keluarganya, hampir kesemuanya mengalami keracunan. Mulai dari orang tua, kakak, keponakan dan saudaranya. Namun, kakak dan saudaranya hanya bergejala ringan, sehingga tidak sampai menjalani rawat inap di rumah sakit.

Baca Juga :Mas Dhito dan Mbak Dewi Dijadwalkan Dilantik 20 Februari 2024

“Semua yang makan kena. Tapi saya sama ibu, bapak, dan keponakan saya masuk rumah sakit. Ini ibu sama keponakan saya sudah pulang, tinggal saya sama bapak yang masih dirawat,” jelasnya.

Sementara itu, hasil penyelidikan sementara, Polisi telah memanggil 41 orang saksi baik dari korban maupun pemilik katering. Pun, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel dua lokasi keracunan yakni di Desa Bondrang Kecamatan Sawoo dan ponpes di Desa Belang, Kecamatan Bungkal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *