Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot program perbaikan infrastruktur jalan. Sebanyak empat paket pekerjaan peningkatan jalan kini memasuki tahap lelang melalui Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).
Baca juga:SPMB 2026/2027, Lima SMP Negeri di Ponorogo Kembali Buka International Class Program
Langkah tersebut dilakukan setelah Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo menyelesaikan perhitungan ulang anggaran menyusul kenaikan harga aspal dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala DPUPKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengatakan empat paket pekerjaan tersebut telah diunggah dan saat ini sedang berproses di UKPBJ.
“Empat paket lelang perbaikan jalan sudah diunggah oleh UKPBJ beberapa waktu lalu,” ujar Jamus.
Empat ruas jalan yang masuk dalam paket lelang tersebut meliputi Selur–Wonodadi, Badegan–Tulung, Pulung–Jurangwuluh, serta Jarakan–Kalibening. Masing-masing paket pekerjaan memiliki nilai anggaran lebih dari Rp7 miliar.
“Setiap ruas dianggarkan lebih dari Rp7 miliar,” katanya.
Jamus berharap proses lelang dapat segera rampung sehingga pekerjaan fisik di lapangan bisa dimulai dalam waktu dekat. Dengan demikian, masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari peningkatan kualitas infrastruktur tersebut.
“Harapannya sebelum akhir bulan ini pekerjaan sudah bisa dimulai,” jelasnya.
Baca juga:Sebelas Dapur MBG di Ponorogo Disuspend, Pemkab Minta BGN Perkuat Komunikasi dan Evaluasi
Selain empat ruas yang tengah dilelang, DPUPKP juga menyiapkan sejumlah ruas prioritas lainnya untuk dilakukan penanganan. Di antaranya ruas Jeruksing–Jetis serta beberapa jalur dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi.
“Sejumlah ruas seperti Seloaji, Jeruksing, hingga Jalan Niken Gandini sudah dilakukan pemeliharaan rutin sambil menunggu pengaspalan,” terangnya.
Menurut Jamus, kebutuhan perbaikan jalan di Ponorogo saat ini memang cukup mendesak. Bahkan, beberapa ruas sempat menjadi sorotan masyarakat karena kondisi kerusakannya yang cukup parah.
“Memang perbaikan jalan ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat, apalagi beberapa ruas sempat viral karena kerusakannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, mundurnya proses penanganan sejumlah ruas jalan tidak terlepas dari penyesuaian anggaran akibat lonjakan harga aspal. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan perhitungan ulang agar pelaksanaan pekerjaan tetap sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.
“Kami harus melakukan perhitungan ulang karena ada kenaikan harga aspal,” pungkasnya.



















