Enam Kecamatan di Kabupaten Blitar Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Enam Kecamatan di Kabupaten Blitar Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Blitar, SEJAHTERA.CO – Musim kemarau menjadi atensi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar. Pasalnya sejumlah kecamatan rawan terjadi kekeringan dan krisis air bersih.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto. Dia mengatakan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya ketika kemarau ada enam kecamatan rawan kekeringan dan krisis air bersih.

Enam kecamatan yang rawan krisis air bersih yakni Wates, Wonotirto, Bakung, Panggungrejo, Kademangan dan Binangun.

Read More

“Selama ini daerah ini memang rawan kekeringan dan krisis air bersih. Yang sudah pasti adalah Kecamatan Wates,” katanya, Selasa (26/9).

Dia mengatakan, enam kecamatan itu rawan kekeringan dan krisis air bersih karena letak geografisnya memang banyak bukit dan gunung. Seperti Wates, Wonotirto dan Bakung dan dekat dengan laut selatan.

Selama ini ketika musim kemarau mengandalkan air dari PDAM dan sumur, meski jumlahnya tak banyak. Tetapi ada pula yang mengandalkan droping air bantuan.

“Kalau sumur kering mengandalkan PDAM. Ada pula yang mengandalkan dari droping air bersih,” katanya.

Dia menambahkan, sebagai bentuk kepedulian pihaknya ketika ada permintaan droping air bersih langsung menindaklanjutinya dengan mengirimkan truk tangki air.

Truk itu blusukan ke sejumlah desa. Pihaknya droping air bersih setelah mendapatkan permintaan laporan dari perangkat desa dan lain sebagainya.

“Langsung kami kirim,” katanya.

Dia menambahkan dalam beberapa minggu ini pihaknya mengirimkan truk tangki air ke sejumlah lokasi yang kekurangan air bersih. Penyebabnya karena sumur yang selama ini menjadi jujugan debit airnya berkurang, bahkan mengering.

Contohnya di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates. BPBD mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 6 ribu liter yang diangkut melalui truk tangki. Air bersih diperuntukkan bagi sedikitnya 200 kepala keluarga di 4 RT di Desa Tugurejo.

“Air bersih bukan hanya untuk masak dan mandi, tetapi juga untuk kebutuhan lain. Sumurnya juga kering,” katanya.

Pihaknya menambahkan bagi yang menginginkan bantuan air bersih bisa koordinasi langsung dengan perangkat desa setempat. Selanjutnya BPBD bakal menjadwalkan droping air.(ziz)

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *