Kediri, SEJAHTERA.CO – Di tengah banyaknya penjual es teler yang berguguran, Es Tidar asal Surabaya justru mampu bertahan hingga 32 tahun di Kediri sejak pertama kali buka pada 1993.
Terletak di sebelah barat RS Baptis Kediri, Es Tidar tetap ramai diburu pecinta es segar meski jauh dari pusat kota.
Joni Santoso, pemilik Es Tidar, mengungkapkan kunci keberhasilan usahanya adalah menjaga kualitas rasa dan pelayanan.
“Awal jualan harga per porsi hanya Rp500, sekarang Rp16 ribu. Dari dulu hingga sekarang, penggemar tetap banyak,” ujar Yudi, Minggu (6/7/2025).
Baca Juga :Diduga Gagal Mendahului, Truk Tabrak Motor di Ploso Jombang, Satu Tewas
Menurut Joni, perbedaan Es Tidar dengan es teler biasa terletak pada penggunaan dua jenis sirup berbeda yang menjadi ciri khas kelezatan Es Tidar.
“Kalau es teler pakai satu sirup, yaitu rasa leci sedangkan es tidar pakai dua sirup yang berbeda rasa Itu yang bikin rasanya istimewa,” jelas Joni.
Dengan isian buah segar seperti nangka, sawo, nanas, melon, tambahan puding, serutan es, dan sirup karamel kental yang legit, ditambah susu kental manis sesuai selera, Es Tidar tetap mempertahankan rasa segar dan lezat yang membuat tenggorokan adem dan nikmat.
Dengan demikian ini adalah sebagai inspirasi ketika kita mau berusaha harus memiliki kesabaran, ketekunan dan ulet dan tidak lupa untuk selalu berdoa agar agar apa yang kita harapkan sesuai dengan tujuannya.***



















