Forkopimda Kediri Turun ke Desa, Bantu Lansia, Anak Putus Sekolah hingga ABK

Kapolres Kediri AKBP bersama Bupati Kediri kunjungi warga usia rentan Selasa siang.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji bersama Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana kunjungi warga usia rentan Selasa siang.(foto: istimewa)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Rombongan Forkopimda Kabupaten Kediri menyusuri permukiman di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa (5/5/2026), dengan menyambangi warga yang membutuhkan. Mulai dari lansia penderita katarak, keluarga dengan anak putus sekolah, hingga anak berkebutuhan khusus menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Baca juga:PAD Pariwisata Kediri Triwulan I 2026 Tembus Rp1,1 Miliar

Kunjungan ini dihadiri Kapolres Kediri Bramastyo Priaji yang didampingi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Fokus kegiatan tidak hanya pada penyaluran bantuan, tetapi juga menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat.

Read More

Di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, rombongan mengunjungi pasangan lansia yang mengalami gangguan penglihatan hingga tidak lagi mampu bekerja. Dalam kunjungan tersebut, bantuan pengobatan menjadi prioritas utama.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Seorang anak yang sempat putus sekolah direncanakan untuk kembali mengenyam pendidikan melalui program beasiswa, sementara keluarganya mendapatkan dukungan modal usaha.

Perhatian juga diberikan kepada anak berkebutuhan khusus yang tinggal bersama kakeknya di rumah tidak layak huni. Pemerintah berencana memberikan bantuan perbaikan tempat tinggal agar lebih layak dan aman dihuni.

“Penanganan persoalan sosial seperti anak putus sekolah dan warga sakit membutuhkan perhatian bersama. Bantuan yang diberikan harus tepat sasaran dan berkelanjutan, termasuk memastikan akses pendidikan dan pengobatan bisa terpenuhi,” ujar Hanindhito Himawan Pramana.

Sementara itu, Bramastyo Priaji menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar setiap persoalan yang ditemukan tidak berhenti pada bantuan sesaat.

“Koordinasi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci agar upaya yang dilakukan tidak terputus, terutama dalam mendukung pemulihan ekonomi keluarga dan perbaikan kualitas hidup warga,” ujarnya.

Baca juga:Jalan Kawi Kediri Ditutup Total 5–26 Mei 2026, Ini Jalur Alternatifnya

Langkah jemput bola dari rumah ke rumah ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata sekaligus memberikan harapan baru bagi masyarakat di tengah berbagai keterbatasan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *