Gagal Menang di Kandang, Marcelo Rospide Keluhkan Wasit

Gagal Menang di Kandang, Marcelo Rospide Keluhkan Wasit
Pemain Persik Kediri saat menghadapi Malut United (Bayu/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Dua kali laga kandang, Persik Kediri belum berhasil meraih kemenangan. Kali ini laga Persik Kediri kontra Malut United di Stadion Brawijaya Kota Kediri berakhir tanpa gol alias imbang 0-0 pada Minggu (25/8).

Baca Juga : Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah dan Janji DPRD Kabupaten Kediri, Sebanyak 18 Wajah Baru   

Pertahanan tim tamu, Maluku Utara, tidak mampu ditembus oleh penyerang Persik Kediri meski menguasai jalannya pertandingan selama 90 menit.

Read More

Beberapa kali memiliki peluang berbahaya, Macan Putih, julukan Persik Kediri, tidak bisa dikonversi menjadi gol.
Tercatat ada dua tendangan hanya menyentuh tiang gawang dan satu sundulan Hamra Hehanusa masih bisa di selamatkan tepat di garis gawang.

Menyerang lewat sayap menjadi strategi membongkar pertahanan Malut United. Ezra, Hugo, Supriyadi menjadi motor serangan untuk menyisir sisi lapangan.

Baca Juga :Pasangan Mundjidah – Sumrambah Resmi Terima Rekom dari Partai Demokrat, Langkahnya Semakin Kuat

“Sangat sulit melawan tim yang memakai strategi bertahan, pemain sudah bermain 100 persen. Sejak menit awal hingga babak kedua kami sudah menguasai pertandingan, tapi bola tidak masuk, itulah sepak bola,” ujar Marcelo Rospide, Pelatih Persik Kediri.

Dia juga mengeluhkan wasit yang tidak memberikan tambahan waktu lebih banyak. Padahal banyak waktu yang terbuang sia – sia akibat banyak pemain Malut Utara yang mudah terjatuh.

Marcelo Rospide tidak menyalahkan tim lawan jika memang itu strategi mereka untuk memperlambat pertandingan. Meski demikian, seharusnya wasit bisa lebih bijak dalam memberikan solusi.

Baca Juga :Unjuk Rasa Kawal Putusan MK di Kota Kediri Ricuh, Sejumlah Peserta Luka

“Saya mengerti dan tidak bisa mengeluh untuk strategi lawan. Kami menghadapi tim yang mudah jatuh dan menghambat permainan,” ungkapnya.

Membandingkan dengan pertandingan di liga luar, menurutnya waktu dengan bola dalam pertandingan di Liga Indonesia masih sangat sedikit. Menurutnya, ini sangat buruk untuk perkembangan sepakbola Indonesia.

Baca Juga :Calon Independen di Pilkada Trenggalek Akhirnya tidak Lolos, Petahana Melenggang Mulus?

“Seharusnya wasit memberikan lebih banyak tambahan waktu pada akhir pertandingan, itu adalah solusi,” katanya.
Sementara itu, Imran Nahumarury, Pelatih Malut United mengatakan, dirinya puas dengan hasil pertandingan ini. Pertandingan ini baginya sangat sulit ditambah bermain di Kandang Macan Putih.

“Hasil seri ini hasil terbaik,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *