Geger Buaya Piaraan Warga Blitar Semakin Besar, Damkar Tak Berani Evakuasi

Geger Buaya Piaraan Warga Blitar Semakin Besar, Damkar Tak Berani Evakuasi
Buaya milik Riadi dari Papua yang kini ukuran panjang 3 meter. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Warga Dusun Jengglik, Desa Salam, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar geger. Pasalnya hewan peliharaan buaya milik salah satu warganya kini semakin hari membesar.

Ya, buaya itu milik Riadi (48) warga setempat. Warga pantas ikut ketir-ketir karena buaya yang dipelihara ukuran kecil bak kadal dan dibawa saudaranya dari Papua itu semakin membesar ukurannya.

Ketika dipelihara seukuran kadal. Dan kini buaya tersebut usianya sudah 8 tahun badannya ukuran besar berat puluhan kilogram.

Read More

Lebih khawatir lagi, kandangnya juga semakin sempit. Ukuran kandang tak lebih dari badan buaya. Kandang ukuran 2,5 x 1 meter. Sementara buaya sudah ukuran 3 meter.

Baca Juga :Kenal di Facebook, Pria Asal Malang Bawa Kabur Motor Kekasihnya saat Bertemu di Tulungagung

Akibatnya, tubuh buaya harus melengkung. Parahnya lagi dinding tembok kandang tipis. Jika nanti berontak bukan tak mungkin bakal ambrol dan buaya bisa lepas.

Riadi sendiri meletakkan kandang buaya di samping rumah. Agar tak lepas, memasang penutup kandang dengan kawat besi. Sejumlah warga dan pemilik minta Pemkab Blitar untuk evakuasi.

“Iya ukuran buayanya besar. Sementara kandangnya sempit,” kata Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan pada Unit Damkar, Satpol PP Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, Selasa (3/6/2025).

Dia mengatakan pihaknya menerima laporan dari perangkat desa soal keberadaan buaya itu. Begitu menerima laporan segera menuju lokasi dan memang ada buaya di dalam kandang.

Warga berharap buaya segera dipindah agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Buayanya memang besar. Dan panjang buaya tak sebanding dengan panjang kandang. Sedikit nekuk badan dan ekornya,” katanya.

Baca Juga :Dinas Perkim Kabupaten Kediri Perbaiki Rumah Warga Terdampak Bencana di Wilayah Mojo

Dia mengakui kondisi tembok kandang tipis. Jika saja buaya berontak bukan tak mungkin bakal ambrol dinding yang ketebalannya sekitar 7 sentimeter.

Nah, usai melihat kondisi buaya, pihaknya juga tak bisa berbuat banyak. Selain belum pernah menangani evakuasi buaya, juga tak memiliki ala bius.

Untuk evakuasi buaya setidaknya harus dibius dahulu. Karena masuk dalam kategori hewan buas. “Kami tak punya alat bius,” katanya.
L
Sementara itu, kabar buaya di Desa Salam itu sudah pernah dilaporkan ke BKSDA. Hanya ssja BKSDA juga tak bisa berbuat banyak karena kini tak lagi menangani hewan atau satwa liar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *