Greenation 2026 di Kota Batu Tekankan Kolaborasi Jaga Lingkungan dari Hulu ke Hilir

Diskusi "Hulu-Hilir" Greenation 2026 ajak warga Kota Batu menjaga alam.
Diskusi "Hulu-Hilir" Greenation 2026 ajak warga Kota Batu menjaga alam.(foto: istimewa)

Batu, SEJAHTERA.CO – Pelestarian lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui regulasi dan kebijakan pemerintah. Kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan alam.

Baca juga:Polres Batu Naikkan Kasus Dugaan Pengeroyokan Melibatkan Wakil Ketua KONI ke Tahap Penyidikan

Semangat itulah yang mengemuka dalam Diskusi Sosio-Ekologis bertajuk “Hulu-Hilir” yang digelar di Gedung Simon Stock, Kota Batu, Sabtu (27/6/2026), sebagai penutup rangkaian Greenation 2026 bertema “Garis Hijau”.

Read More

Forum tersebut mempertemukan akademisi, pegiat lingkungan, pemerintah daerah, komunitas, seniman, hingga masyarakat dalam satu ruang dialog untuk membahas hubungan erat antara pembangunan, kehidupan sosial, dan kelestarian lingkungan di Kota Batu.

Sebelum diskusi berlangsung, peserta diajak menyaksikan film dokumenter “Songgoriti” yang menampilkan dinamika perubahan bentang alam kawasan Songgoriti.

Film itu memperlihatkan bagaimana perkembangan wilayah, aktivitas manusia, hingga pertumbuhan sektor wisata memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi ekologis Kota Batu.

Sosiolog Universitas Brawijaya, Anton Novenanto, menjelaskan bahwa persoalan lingkungan tidak pernah berdiri sendiri. Menurutnya, perubahan lanskap selalu berjalan beriringan dengan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

“Ketika bentang alam berubah, cara hidup masyarakat juga ikut berubah. Karena itu, memahami persoalan lingkungan harus dilakukan secara utuh, bukan hanya dari sisi ekologinya, tetapi juga dari kehidupan sosial yang berkembang di dalamnya,” paparnya.

Anton menambahkan, kawasan hulu memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan masyarakat. Kerusakan yang terjadi di wilayah hulu pada akhirnya akan berdampak hingga ke kawasan hilir, sehingga upaya perlindungan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Pandangan serupa disampaikan perwakilan Komunitas Saber Pungli Sungai, Herman Ags. Ia menilai berbagai persoalan lingkungan yang muncul saat ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah.

“Persoalan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan ruang dialog yang terbuka agar masyarakat, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah dapat merumuskan solusi yang benar-benar berdampak bagi keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni, mengatakan pendekatan pembangunan berkelanjutan harus melibatkan partisipasi publik secara lebih luas.

Baca juga:Seperempat Abad Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ajak Warga Jaga Semangat Para Pendiri Kota

Menurutnya, edukasi lingkungan tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi formal, tetapi juga dapat disampaikan melalui seni, budaya, film, hingga ruang diskusi yang dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin Greenation menjadi gerakan bersama. Lingkungan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh warga Kota Batu. Melalui pendekatan kreatif seperti ini kami berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Batu membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan gagasan, kritik, maupun inovasi dalam upaya menjaga kualitas lingkungan hidup.

Diskusi tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu bersama berbagai komunitas, akademisi, pegiat seni, pelajar, hingga organisasi lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026.

Tema “Garis Hijau” dipilih sebagai simbol komitmen bersama untuk membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan.

Selain diskusi, Greenation 2026 juga menghadirkan pameran seni lingkungan “Hulu-Hilir”, instalasi edukatif, fotografi lingkungan, karya inovasi pelajar, aksi bersih lingkungan, hingga berbagai kegiatan edukasi yang mengajak masyarakat lebih dekat dengan isu-isu pelestarian alam.

Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan edukasi, kreativitas, dan aksi nyata demi mewujudkan Kota Batu yang lebih lestari.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Greenation 2026 tidak sekadar menjadi perayaan Hari Lingkungan Hidup, melainkan momentum untuk menegaskan bahwa masa depan Kota Batu bergantung pada kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

Sebab, setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *