Hibahkan Lahan Seluas 6 Hektare, Pemkab Ponorogo Siap Punya Sekolah Rakyat

Hibahkan Lahan Seluas 6 Hektare, Pemkab Ponorogo Siap Punya Sekolah Rakyat
Sekolah rakyat menjadi salah satu solusi pemerataan pendidikan bagi keluarga tidak mampu. (istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pemkab Ponorogo mengajukan diri kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos), untuk mendirikan Sekolah Rakyat (SR) di Bumi Reyog.

Bahkan Pemkab Ponorogo telah menyiapkan asetnya, yakni lahan seluas 6 hektare yang berada di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo untuk menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono mengatakan, Pemkab Ponorogo mendukung penuh program tersebut. Pun saat ini sejumlah dokumen yang menjadi persyaratan untuk pembangunan sekolah rakyat telah dipenuhi.

Read More

Baca Juga :Fatayat NU Kreasikan Fashion Show Batik Kediri pada Pelantikan Ketua Fatayat

“Ponorogo sudah kita pastikan seizin bupati, kita hibahkan tanah seluas 6 hektare lebih di sebelahnya SMK Pemkab Ponorogo, karena pemikiran saya ini kan pemerintah dengan pemerintah, bukan pemerintah dengan swasta,” ungkap Agus Pramono, kepada wartawan.

“Jadi karena ini program untuk kepentingan masyarakat ya kita dukung,” sambungnya.

Tak hanya memenuhi persyaratan administratif, Agus menyebut jika telah membentuk tim untuk memaparkan kesiapan penyediaan lahan di hadapan Mensos RI, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta.

Nantinya, Sekolah Rakyat yang dibangun di Ponorogo itu berkonsep boarding school atau asrama. Adapun pendidikan yang dibuka mulai jenjang SD hingga SLTA, masing-masing terdiri tiga rombongan belajar (rombel).

Baca Juga :FPRB Latih Anak SD Tanggulangi Kebencanaan dan Penanganan Korban Bencana

“Kita nanti rombelnya insyaallah SD 3 kelas, SMP 3 kelas, sama SLTA tiga kelas. Itu semua gratis,” ujar Sekdakab Ponorogo.

Sekda juga menambahkan, jika melihat arahan dari pusat pembangunan gedung SR, ditargetkan selesai dalam waktu setahun. Selanjutnya bisa dibuka penerimaan siswa diprioritaskan bagi anak dari keluarga tidak mampu yang masuk dalam data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).

“Ke depan juga akan di link-kan dengan perguruan tinggi negeri maupun sekolah kedinasan,” jelasnya.

Sekda Agus Pram berharap, melalui program sekolah rakyat itu, ke depan bisa mengurangi angka kemiskinan di Ponorogo. Selain itu juga meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Reog.

Baca Juga :Santunan Anak Yatim Warnai Halalbihalal dan HUT ke-4 Sahabat Dulur Nganjuk

“Kami belum bisa menyampaikan secara detail total anggaran yang diajukan untuk pembangunan sekolah rakyat. Kita dibebani apa, juga belum dibahas sampai kesitu, pada intinya mereka bisa sekolah gratis,” pungkas sekda.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *