Jombang, SEJAHTERA.CO – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Jombang menggelar operasi gabungan pada Selasa (1/10). Operasi ini menyasar dua perusahaan di wilayah Jombang, yaitu PT Cheil Jedang Indonesia di Kecamatan Ploso dan PT Carimax Technology Indonesia di Kecamatan Kabuh.
Baca Juga :Rumah Warga Dusun Mangku Jayan Trenggalek Ambruk Usai Diguyur Hujan Lebat
Tim operasi gabungan dipimpin oleh Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Adrian Nugroho, dan didampingi oleh Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Timur. Sebelum operasi dimulai, Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Widhi Mosakajaya Arradiko, menyampaikan pesan kepada tim agar operasi dilaksanakan sesuai ketentuan.
“Operasi ini bertujuan untuk mengawasi keberadaan orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kediri, khususnya di Kabupaten Jombang,” jelas Widhi dalam rilis resmi yang diterima Koran Memo, Rabu (2/10/2024) siang.
Sementara dalam pelaksanaanya, tim pertama kali menyambangi PT Cheil Jedang Indonesia di Kecamatan Ploso. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kerja asing (TKA) asal Korea Selatan. Meskipun TKA tersebut memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dan berdomisili di Surabaya serta Malang, aktivitas pekerjaan mereka dilakukan di Jombang. Dalam pemeriksaan tersebut, tim imigrasi memberikan imbauan kepada perusahaan untuk melaporkan keberadaan TKA sesuai peraturan yang berlaku.
Baca Juga :Jelang Pilkada 2024, KPU Tulungagung Butuh 11.410 Petugas KPPS Baru
“Pihak penjamin wajib melaporkan keberadaan TKA yang bekerja di wilayah kami,” ujar Adrian Nugroho, Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri.
Selanjutnya, tim operasi mengunjungi PT Carimax Technology Indonesia di Kecamatan Kabuh, yang mempekerjakan TKA asal Tiongkok. Dari hasil pemeriksaan, tim tidak menemukan adanya pelanggaran keimigrasian maupun aturan lainnya di perusahaan tersebut.
Adrian juga mengimbau masyarakat serta pelaku usaha untuk selalu melaporkan keberadaan orang asing di wilayah mereka guna mencegah potensi masalah yang mungkin timbul.
Baca Juga :Bus Bagong Tabrak Pemotor, Satu Orang Tewas di TKP, Ini Kronologinya
“Kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pihak imigrasi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” tutup Adrian Nugroho.



















