Inovasi Jajanan Tradisional Onde-onde Ubi Ungu Mencuri Perhatian

Inovasi Jajanan Tradisional Onde-onde Ubi Ungu Mencuri Perhatian
Proses pembuatan camilan onde-onde berbahan dasar ubi ungu. (Istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO -Di tengah derasnya tren makanan kekinian, camilan tradisional asal Jombang justru tampil mencuri perhatian.

Adalah onde-onde berbahan dasar ubi ungu, jajanan pasar klasik yang kini menjelma menjadi camilan sehat nan modern, berkat inovasi dari seorang ibu rumah tangga bernama Chintya Nurlita.

Warga Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang ini mulai mengembangkan usahanya di masa pandemi Covid-19.

Read More

Berangkat dari keinginan sederhana untuk menciptakan jajanan sehat dan tetap lezat, Chintya memilih ubi ungu sebagai bahan utama.

Baca Juga :Warga Desa Manyaran Demo Minta Permudahan Akses Terdampak Tol Kediri-Tulungagung

Tak hanya memberi warna cantik dan rasa khas, ubi ungu dikenal kaya akan antioksidan, mampu meningkatkan imunitas, menjaga kadar gula, dan bahkan berpotensi mencegah kanker.

“Ubi ungu juga bagus untuk pencernaan, kesehatan mata, sampai dipercaya bisa bantu mengurangi gejala asma,” jelas Chintya, Rabu (11/6/2025).

Ia pun menyulap onde-onde biasa menjadi camilan kekinian tanpa menghilangkan cita rasa tradisional. Varian isian seperti cokelat dan rasa-rasa modern lainnya menambah daya tarik di kalangan muda.

Hasilnya luar biasa—produksi harian mencapai 5.000 butir dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

Dalam menjalankan produksi, Chintya dibantu oleh dua karyawan. Prosesnya dimulai dari pemilihan ubi berkualitas, pengukusan, penghalusan, pembentukan adonan, pengisian, pelapisan wijen, hingga penggorengan. Semua dikerjakan dengan teliti agar menghasilkan tekstur lembut dan rasa yang konsisten.

Baca Juga :Ribuan Warga Padati Jalan Sehat, Eks Napiter Bom Bali Ali Fauzi Tebar Pesan Kebangsaan

Menariknya, strategi pemasarannya juga tak kalah kreatif. Lewat siaran langsung (live) di TikTok, ia berhasil menjangkau pasar luar kota. Selain itu, penjualan juga dilakukan melalui WhatsApp, Instagram, toko oleh-oleh, hingga kantor-kantor pemerintahan.

“Dulu hanya coba-coba jualan online. Nggak disangka responnya bagus banget. Sekarang malah punya pelanggan tetap dari luar kota juga,” lanjut Chintya.

Harganya pun sangat terjangkau. Per butir hanya Rp 2.500, dengan pilihan paket kecil Rp 15.000 dan paket besar Rp 25.000. Salah satu pelanggan, Naning Susanto, mengaku selalu ketagihan.

“Rasanya unik dan nggak bikin enek. Apalagi katanya sehat dan nggak bikin gemuk,” tuturnya.

Baca Juga :Bupati dan Wakil Bupati Jombang Berkendara Kampanyekan Keselamatan

Kini, onde-onde ubi ungu racikan Chintya tak hanya merajai pasar Jombang, tapi juga sudah merambah ke luar daerah seperti Kabupaten Ngawi.

Lebih dari sekadar tren, usaha ini membuktikan bahwa kreativitas ibu rumah tangga mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *