Insiden Bus Rombongan Guru SMAN 1 Kedungwaru Terguling di Tol Surabaya – Mojokerto, Begini Kesaksian Salah Satu Korban

Insiden Bus Rombongan Guru SMAN 1 Kedungwaru Terguling di Tol Surabaya - Mojokerto, Begini Kesaksian Salah Satu Korban
Kondisi bus rombongan guru SMAN 1 Kedungwaru yang terguling di ruas tol KM 725 Surabaya - Mojokerto. (istimewa)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO –  Kecelakaan tunggal yang terjadi pada bus berisikan rombongan guru SMAN 1 Kedungwaru (Smuked) di jalur tol Surabaya – Mojokerto mengakibatkan 19 guru luka-luka, dan satu guru meninggal dunia.

Baca Juga :Paparkan 7 Program Unggulan, Vinanda – Gus Qowim Sapa Warga Burengan

Guru yang meninggal dunia itu duduk di bangku bus paling belakang.

Read More

Kepala SMAN 1 Kedungwaru, Mohammad Imron Rosyadi mengatakan, sebelum kejadian, sebenarnya rombongan para guru ini sudah beristirahat di salah satu rumah makan sebelum masuk tol.

Namun saat masuk tol, rombongan kembali hendak beristirahat di rest area masuk KM 725.

Baca Juga :Sapa Warga di Tiga Kelurahan, Bunda Fey Pastikan Kebutuhan Warga Kota Kediri

Rombongan guru SMAN 1 Kedungwaru itu hendak beristirahat di rest area lantaran rombongan bus para siswa sudah lebih dahulu tiba di rest area tersebut.

Rombongan para guru tentunya ingin memeriksa rombongan para siswa, dan nantinya lima bus itu akan berangkat secara bersamaan menuju Surabaya.

“Sebenarnya sudah istirahat sebelum masuk tol. Tetapi bus rombongan para siswa ini sudah lebih dahulu tiba di rest area, sehingga bus kami berniat menyusul ke sana,” kata Mohammad Imron Rosyadi, Selasa (8/10/2024).

Baca Juga :Dilanda Kekeringan, Data BPBD Kota Blitar: Sejumlah Lokasi Didroping Air Bersih

Pada saat itu, ungkap Imron, pihaknya sendiri dalam kondisi sangat mengantuk, sehingga sempat tertidur di dalam bus, sehingga tidak tahu persis apa yang terjadi sebelum bus terguling.

Waktu itu, dirinya tengah duduk di bangku paling depan bus, atau duduk tepat di belakang sopir bus.

Dirinya yang sempat tertidur di sepanjang perjalanan di dalam tol Surabaya – Mojokerto itu tiba-tiba terbangun saat para guru di dalam busnya itu saling berteriak.

Baca Juga :Keracunan Masal Diduga Imbas Gurami, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar: Tercemar Salmonella

Pasalnya, saat itu kondisi jalan sebelum memasuki rest area sedikit menikung, tetapi kecepatan pada bus yang ditumpanginya itu tidak juga berkurang.

“Saat para guru berteriak, saya sempat terbangun dan ternyata kita sudah dekat dengan rest area. Tetapi jalanan itu menikung, sedangkan kecepatan bus kami tidak berkurang,” ungkapnya.

Beberapa saat kemudian, jelas Imron, bus yang ditumpanginya itu tiba-tiba terguling ke sisi kanan hingga bus itu baru berhenti usai menabrak beton pembatas jalan.

Baca Juga :Aksi Solidaritas Hakim Indonesia, Jadwal Sidang Dikosongkan Sepekan, Ini Kata Jubir PN Ponorogo

Pada saat itu, kesadarannya mulai pulih usai dirinya tertindih beberapa guru lainnya pascainsiden tergulingnya bus yang ditumpangi puluhan guru Smuked itu.

Menurut Imron, kondisi saat itu benar benar kacau dimana teriakan minta tolong oleh para guru di dalam bus itu semakin nyaring terdengar, sedangkan dirinya dalam kondisi tertindih.

Bahkan pihaknya sempat melihat adanya guru yang terlempar ke luar bus, sehingga dirinya segera membantu evakuasi para guru.

Baca Juga :Parkir Liar, Pemilik Kendaraan Ditilang Polres Kediri Kota

“Saya sadar itu sudah menghadap ke aspal dan posisinya tertindih, makanya punggung belakang bagian atas agak memar,” jelasnya.

Setelah tersadar, Imron menyebut, dirinya kemudian bergegas membantu evakuasi para guru dengan cara dibopong untuk dibawa ke pinggir jalan sembari menunggu datangnya bantuan.

Menurut Imron, saat itu dirinya menyelamatkan diri melalui kaca depan bus yang sudah pecah, sehingga dijadikan jalur evakuasi para guru.

Baca Juga :Jelang Pilkada 2024, Polisi Perketat Gudang Logistik KPU Kabupaten Kediri

Sampai titik itu, pihaknya tidak tahu sama sekali jika salah seorang gurunya yakni Titis Eswindro meninggal dunia usai mengalami insiden tersebut, mengingat korban duduk di kursi bus paling belakang.

Beberapa saat kemudian, petugas tol yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan pun tiba untuk memberikan bantuan.

Baca Juga :Empat Logistik Pilkada Datang, KPU Tulungagung: Beberapa Rusak dan Kurang

“Pada saat ada bantuan itu, akhirnya kami mengetahui jika pak Titis meninggal dunia, padahal beliau duduk di bangku paling belakang,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *