Kediri, SEJAHTERA.CO – Pedagang ikan hias, pelaku UMKM, dan pedagang kuliner di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, mengaku resah menyusul beredarnya informasi mengenai rencana relokasi Sentra Perdagangan Raja Jaya Murah (RJM).
Baca juga:Masa Reses DPRD Kabupaten Kediri Dimanfaatkan Menjaring Aspirasi Masyarakat
Selama ini, keberadaan RJM dinilai menjadi salah satu magnet yang mendatangkan pengunjung ke kawasan sentra kuliner, UMKM, dan Pasar Ikan Hias Gumul. Jika relokasi benar terjadi, para pedagang khawatir jumlah pengunjung akan menurun dan berdampak pada pendapatan mereka.
Sebagai bentuk aspirasi, para pedagang melalui Paguyuban Pasar Ikan Hias dan Kuliner Gumul telah mengirimkan surat kepada DPRD Kabupaten Kediri untuk meminta audiensi dan mencari solusi terbaik terkait masa depan kawasan tersebut.
Dalam surat bernomor 003/PIHK/VII/2026, paguyuban menyampaikan lima poin aspirasi yang diharapkan dapat dibahas bersama DPRD Kabupaten Kediri.
Pertama, meminta kepastian lokasi dan penguatan keberadaan Pasar Ikan Hias Gumul sebagai sentra perdagangan ikan hias utama di Kabupaten Kediri. Kedua, mendorong strategi peningkatan jumlah pengunjung melalui promosi, penyelenggaraan event, serta kolaborasi lintas sektor.
Ketiga, meminta pembenahan sarana dan prasarana guna meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung. Keempat, penguatan pemberdayaan UMKM serta pelaku usaha lokal agar mampu meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Sementara poin kelima adalah mendorong pembahasan komprehensif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pedagang agar kawasan SLG tetap berkembang sebagai destinasi wisata keluarga, pusat ekonomi kreatif, dan kawasan perdagangan yang unggul.
Ketua Paguyuban Pasar Ikan Hias dan Kuliner Gumul, Sarjana, S.T., mengatakan langkah mengajukan audiensi dilakukan demi menjaga keberlangsungan usaha para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut.
Baca juga:Dua Aksi, Dua Aspirasi Warnai Perhutani KPH Kediri, Ratusan Personel Gabungan Disiagakan
“Kami mengajukan surat ke DPRD untuk meminta audiensi terkait keberadaan kami sebagai pedagang Pasar Ikan Hias. Kebetulan saat ini muncul persoalan terkait RJM. Keberadaan RJM selama ini sangat membantu menarik pembeli ke kawasan pasar kami,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan berbagai pusat aktivitas ekonomi di kawasan SLG selama ini saling mendukung. Pengunjung yang datang ke RJM sering kali juga berbelanja di sentra kuliner maupun Pasar Ikan Hias Gumul.
Kekhawatiran serupa disampaikan oleh salah satu pedagang ikan hias, Timo. Ia mengaku telah merintis usahanya dari nol dan merasakan langsung proses perkembangan kawasan Pasar Ikan Hias Gumul hingga menjadi salah satu tujuan belanja masyarakat.
Menurutnya, para pedagang telah berjuang dalam kondisi yang serba terbatas untuk membangun pasar tersebut. Berbagai program dari pemerintah, termasuk dukungan Dinas Perikanan, dinilai turut berperan dalam meningkatkan kunjungan masyarakat.
“Kami dulu berproses tidak mudah membuka lapak di sini dalam kondisi terbatas. Pernah ada program dari Dinas Perikanan untuk meramaikan pasar ini dan dampaknya sangat terasa. Kalau tiba-tiba muncul isu seperti ini tentu membuat kami khawatir. Kami berharap ada kejelasan,” katanya.
Para pedagang berharap DPRD Kabupaten Kediri dapat memfasilitasi dialog dengan pihak-pihak terkait sehingga diperoleh kepastian mengenai masa depan kawasan perdagangan di SLG. Mereka juga berharap kawasan tersebut tetap dipertahankan dan dikembangkan sebagai salah satu pusat ekonomi rakyat sekaligus destinasi wisata belanja di Kabupaten Kediri.



















