Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Jari seorang balita berusia 3,5 di Kabupaten Trenggalek mengalami pembengkakan karena cincin yang dia pakai terlalu kecil. Berbagai upaya pun sudah dilakukan untuk melepasnya, mulai mendatangi Puskesmas hingga akhirnya berujung bantuan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Non Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Wasis Widodo mengatakan, peristiwa itu dialami oleh seorang balita berinisial ARA warga Kecamatan Suruh. Peristiwa itu bermula saat dia dipakaikan cincin oleh orang tuanya seperti anak perempuan pada umumnya.
“Namun lambat laun seiring masa pertumbuhan, cincin itu membuat jarinya mengalami pembengkakan,” kata Wasis, Minggu (3/12).
Rina Dwi Susanti orang tua ARA yang menyadari jika jari putrinya mengalami pembengkakan segera berupaya melepas cincin yang terpasang di jari manis putrinya.
Berbagai upaya-pun sudah dilakukan mulai melepas dengan bantuan sabun dan berbagai upaya lainnya. Karena selalu gagal, dia pun memutuskan untuk membawanya ke puskesmas.
“Karena jarinya mengalami pembengkakan,” imbuhnya.
Namun, kata Wasis, pihak puskesmas mengarahkan agar kasus itu ditangani oleh petugas Damkar. Sebab, puskesmas kesulitan melepaskan cincin itu. Setelah dilakukan observasi, Wasis menyebut jalan satu-satunya untuk melepas cincin itu adalah dengan memotong cincin yang terpasang di jari ARA dengan gerinda mini.
“Setelah menandatangani surat persetujuan, proses evakuasi kami lakukan,” jelasnya.
Untuk meminimalkan luka pada jari, petugas juga menaruh sebuah benda tepat di bawah bagian cincin yang dipotong. Benda itu juga mencegah panas akibat gesekan mata gerinda dengan cincin, petugas juga mengaliri tangan bocah itu dengan air.
“Akhirnya cincin berhasil di potong dan diserahkan kembali ke pihak keluarga. Evakuasi berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















