Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Ratusan Juru Sembelih Halal (Juleha) disiapkan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Para penyembelih hewan kurban tersebut mengikuti pelatihan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Rabu (14/5/2026) sore.
Baca juga:Penjualan Sapi Kurban di Ponorogo Meningkat, Sapi Jumbo Diburu Pembeli
Pelatihan berlangsung di Masjid Kampus 2 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Sedikitnya 200 peserta mendapatkan pembekalan terkait tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam serta standar kesehatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, M. Tohari, mengatakan jumlah Juleha bersertifikat di Ponorogo saat ini baru sekitar 500 orang. Angka tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan penyembelihan hewan kurban di seluruh wilayah.
“Jika satu masjid atau musala menyembelih satu hewan saja, jumlah Juleha kita masih kurang untuk disebar,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurut dia, kebutuhan tenaga penyembelih profesional terus meningkat seiring banyaknya tempat ibadah di Ponorogo. Berdasarkan data Kemenag, terdapat 2.379 masjid dan 3.613 musala yang tersebar di wilayah tersebut.
Karena itu, pihaknya berharap pengurus masjid dan musala dapat bergantian memanfaatkan jasa Juleha bersertifikat agar proses penyembelihan berjalan sesuai syariat sekaligus memenuhi ketentuan perundang-undangan.
Baca juga:Sekolah Rakyat Ponorogo Buka PPDB 2026/2027, Siswa Sementara Belajar di Madiun
“Salah satunya terkait kehalalan. Daging yang dibagikan kepada masyarakat harus benar-benar dijamin halal. Itu fungsi penting Juleha bersertifikat,” jelasnya.
Selain teknik penyembelihan, peserta juga dibekali kemampuan menangani hewan kurban sebelum disembelih. Materi ini penting untuk mengantisipasi hewan mengamuk atau lepas saat proses penyembelihan berlangsung.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan keberadaan Juleha diharapkan mampu menjamin kualitas penyembelihan hewan kurban di Ponorogo, tidak hanya dari sisi kehalalan, tetapi juga keamanan.
“Kami tidak ingin ada hewan kurban yang kabur lalu melukai warga saat penyembelihan. Karena itu para Juleha juga dibekali teknik pengendalian hewan,” pungkasnya.



















