Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci, Kloter JCH Asal Ponorogo Bertambah, Jadwal Keberangkatan Juga Berubah

Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci, Kloter JCH Asal Ponorogo Bertambah, Jadwal Keberangkatan Juga Berubah
Ratusan jamaah calon haji atau JCH asal Kabupaten Ponorogo saat berpamitan dengan Bupati Ponorogo beberapa waktu lalu. (istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Jumlah kelompok terbang (kloter) Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Ponorogo dipastikan bertambah. Dari yang semula hanya dua kloter yakni 52 dan 53, kini bertambah menjadi lima kloter.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, Marjuni mengatakan jika ratusan JCH asal Bumi Reyog kembali dibagi dalam beberapa kloter.

Hal tersebut, mengikuti peraturan dari pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan one kloter one syarikah.

Read More

“Artinya satu kloter akan jemaah dilayani satu perusahaan khusus yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan jemaah, mulai akomodasi, konsumsi hingga transportasi,” ungkap Marjuni, Kamis (15/5/2025).

Baca Juga :Eratkan Sinergi Jaga Kamtibmas, Kapolres Lamongan Silaturahmi ke Tokoh Agama

Marjuni menyebut tiga tambahan kloter tersebut yakni 51,56 dan 83. Sehingga total keseluruhan kloter yakni 51, 52, 53, 56 dan 83. Dengan penambahan tersebut, otomatis jadwal keberangkatan ratusan jamah calon haji dari Kabupaten Ponorogo ikut berubah.

“Untuk kloter 51, 52 dan 53 akan berangkat Jumat (16/5/2025) hanya berbeda jamnya saja, sedangkan kloter 56 hari berangkat Minggu (18/5/2025) dan kloter 83 berangkat (25/5/2025),” tegasnya.

Lebih lanjut, kloter 51 akan diisi jamaah dari Kabupaten Ponorogo sebanyak 22 jamaah, lalu kloter 52 ada 20 jamaah. Sedangkan kloter 53 ada 376 jamaah, kloter 56 sebanyak 28 jamaah dan kloter 83 diisi 5 jamaah. Dengan jumlah total jamaah sebanyak 461 orang.

Pihaknya mengakui kondisi tersebut membuat sejumlah jamaah harus terpisah dengan keluarganya dalam keberangkatan. Sebab pembagian kloter berdasarkan pengurusan visa.

Baca Juga :Belajar Wayang Bersama Abah Warsubi, Pendidikan Karakter Lewat Jalur Budaya

Sementara tak sedikit JCH yang rampungkan visa dulu baru mengajukan pendamping dan penggabungan mahrom suami istri.

“Akhirnya yang visanya keluar belakangan ini bisa berangkat beda kloter,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Marjuni tengah dinegosiasikan dengan pemerintah Arab Saudi. Terutama, masalah penggabungan kloter, mahram suami istri serta pendamping lansia. Pihaknya berharap mereka tetap bisa berangkat ke Tanah Suci dalam satu kloter.

Baca Juga :Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Kresek Gemparkan Warga Sumbermanjing Malang

“Kami usahakan tetap bisa diakomodir satu kloter. Nanti saat kedatangan di Arab Saudi akan ditata ulang oleh PPIH Arab Saudi,” pungkas Marjuni.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *