Kediri, SEJAHTERA.CO – Persedikab Kediri memiliki agenda rencana untuk menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) terhadap punggawanya diluar daerah.
Agenda tersebut diambil tim yang keluar sebagai runner up di kompetisi Liga 3 Jatim musim ini karena jadwal bergulirnya babak putaran nasional kurang lebih sekitar dua bulan tepatnya akhir bulan April 2024.
Pemusatan latihan yang akan dilakukan tim berjuluk Bledug Kelud itu memiliki tujuan untuk memantapkan persiapan skuatnya sebelum menghadapi babak Liga 3 Nasional.
Apalagi, Eka Sama Adi dan kawan-kawan telah berkumpul kembali dan menggelar latihan seperti biasanya usai kompetisi Liga 3 Jatim rampung. Beberapa pemain anyar yang direkrut telah bergabung dengan tim asal Kabupaten Kediri tersebut.
“Kabarnya kick off babak nasional Liga 3 di akhir bulan April 2024. Itu masih rencana dan kami menunggu informasi lebih lanjut,” kata Pelatih Kepala Persedikab Kediri, Muslim Habibi, Minggu (18/2/2024).
Setidaknya, Persedikab Kediri memiliki waktu sekitar dua bulan untuk melakukan persiapan sebelum kompetisi Liga 3 Nasional digelar. Habibi mengaku, skuatnya telah berkumpul dan menjalani latihan seperti biasanya sesuai dengan program yang telah ditentukan.
Dia juga ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya yang dapat dibilang lumayan lama sebelum kompetisi dimulai.
“Makanya kita sudah persiapkan program latihan lebih banyak menggembleng fisikal dan teknik kepada pemain,” ucapnya.
Pelatih berusia 29 tahun itu memiliki rencananya untuk menggelar pemusatan latihan kepada skuatnya. Namun demikian, dirinya belum memastikan terkait jadwal dan waktu agenda pemusatan latihan apakah akan digelar di Kediri ataupun luar daerah.
Walaupun masih tahap rencana, Habibi menilai bahwa pemusatan latihan dinilai sangat penting untuk mematangkan persiapan timnya.
“Rencananya saat kita training center ini ada laga ujicoba baik sesama tim Liga 3 maupun Liga 2 hingga Liga 1,” ungkap Pelatih Kepala Persedikab Kediri.
Muslim Habibi menambahkan, akan ada banyak pertandingan ujicoba dalam waktu dekat khususnya ketika bulan puasa. Menurutnya, laga persahabatan itu dilakukan untuk melihat kekurangan dan kelebihan serta evaluasi terhadap skuatnya bagaimana mereka melawan tim-tim yang bisa disebut selevel ataupun diatasnya.
“Kita lihat dulu nanti seperti apa hasilnya internal game. Baru melanjutkan program dari mana kita memulainya,” tutup eks punggawa Persija Jakarta ini.
Reporter: Rizky Rusdiyanto



















