Kediri, SEJAHTERA.CO – Kebutuhan pokok di bulan puasa Ramadan dan jelang lebaran meningkat, tak terkecuali daging ayam juga alami peningkatan drastis hingga 2,5 kwintal per hari per pedagang.
Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional wilayah Kabupaten Kediri terhitung naik sejak Senin (17/3/2025) hingga Rp32.000 per kilogram. Harga ini rata-rata di seluruh pasar, tak terkecuali di Pasar Mojo.
Seperti yang disampaikan Binti (35) pedagang Pasar Mojo. Dia mengakui permintaan daging ayam meningkat karena kebutuhan untuk rumah makan, warung biasa, ibu rumah tangga dan bakul sempol dan penthol. Ini terasa ia alami saat puasa memasuki minggu kedua.
Baca Juga :Perekonomian di Nganjuk Semakin Melemah Turun 0,5 Persen Dibandingkan Tahun Sebelumnya
“Kebutuhan untuk per konsumen beda-beda. Ada 10 kilogram, 50 kilogram hingga 75 kilogram. Untuk permintaan terbesar warung sate dan berapapun harganya tetap dibeli saat puasa seperti sekarang. Warungnya rame saat buka puasa, apalagi jelang lebaran,” katanya, Selasa (18/3/2025).
Binti menambahkan, untuk daging ayam yang ia jual semuanya fresh karena suaminya ternak sendiri. Saat dibutuhkan tinggal ambil dan dijual. Yang ia persiapkan di pasar pagi hari 1,5 kwintal dan di rumah 1 kwintal.
Binti mengakui bisa jadi nanti permintaan akan terus naik saat lebaran. Sejauh ini harga tetap Rp32.000 per kilogram.
Baca Juga :Pemkot Blitar Gelar Operasi Pasar Diserbu Pembeli, Ada 2.033 Paket Sembako Murah
“Secara umum memang permintaan meningkat di minggu ini. Hingga jelang hari H lebaran kebutuhan daging ayam saya yakin meningkat dan saat ini pula peternak ayam pedaging sedang panen. Untuk stok dan kebutuhan hingga lebaran memadai,” tutupnya.



















