Jelang Nataru, Pemkab Kediri Sampaikan Surat Edaran ke Pengelola Industri Pariwisata

Jelang Nataru, Pemkab Kediri Sampaikan Surat Edaran ke Pengelola Industri Pariwisata
Kawasan wisata Ironggolo dan Dolo di Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. (bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Adanya surat edaran Menteri Pariwisata RI Nomor SE/1/PP.03.00/MP/2024 tanggal 4 Desember 2024 tentang penyelenggaraan wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan saat perayaan natal 2024 dan tahun baru 2025 atau Nataru, Pemkab Kediri imbau pengelola pariwisata di Kabupaten Kediri dan masyarakat.

Baca Juga :Penetapan Rijanto-Beky Herdihansah Bupati Blitar Terpilih Paling Lambat Selasa 24 Desember 2024

Hal ini disikapi serius Pemkab Kediri agar warga saat wisata di Kabupaten Kediri aman saat libur Nataru dan cuaca tak menentu.

Read More

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin M. Ap mengatakan, surat edaran untuk pengelola tempat wisata ini untuk memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di destinasi wisata usaha wisata secara ketat.

Baca Juga :Polres Kediri Siagakan 356 Personel dan Dirikan 5 Pos Pam untuk Operasi Lilin Semeru 2024

“Uji keamanan dan kelaikan moda transportasi, sarpras wahana wisata untuk kurangi resiko kecelakaan, seperti outbond, flying fox, bianglala, seluncuran atau permainan lainya dan ini demi keselamatan wisatawan,” ujarnya, Minggu (22/12/2024).

Ditambahkan Solikin, perlunya sinergi dengan pelaku usaha UMKM setempat untuk penyediaan kebutuhan wisatawan untuk peningkatan perekonomian lokal. Tidak naikkan tarif lokal masuk ke lokasi wisata dan perlunya mitigasi kebencanaan terhadap usaha wisata dan sinergi dengan BPBD, TNI, Polri, RS terdekat dan PMI.

Baca Juga :Setahun, Kantor Imigrasi Kelas 2 Non TPI Blitar Terbitkan 31.871 Lembar Paspor, Ada yang Ditolak Disinyalir PMI Ilegal

“Ini untuk keselamatan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Perlu juga adanya layanan informasi terkait jam operasional, aturan khusus dan kegiatan yang ada di lokasi wisata selama liburan secara fisik dan digital,” urainya.

Dijelaskan Solikin, Pemkab Kediri imbau pelaku usaha wisata untuk terapkan wisata berkelanjutan, tidak buang sampah sembarangan, memperhitungkan kapasitas data tampung pada daya tarik lokasi wisata untuk hindari kerusakan lingkungan.

Baca Juga :Polres Nganjuk Beri Penghargaan dan Kenaikan Pangkat Personel

“Pengelola wisata hendaknya juga memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan BPBD karena saat ini musim hujan dan cuaca ektrem,” imbuhnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *