Jombang, SEJAHTERA.CO – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, tim kesehatan kelompok terbang (kloter) meningkatkan pengawasan terhadap kondisi jemaah haji asal Kabupaten Jombang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi prima sebelum menjalani rangkaian wukuf dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) di tengah suhu ekstrem Arab Saudi.
Baca juga:Lapangan Tembak SP3T Korem 082/CPYJ Jombang Resmi Dibuka
Ketua Rombongan 1 SUB Kloter 61, Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, mengatakan tenaga medis bersama petugas pendamping secara rutin mendatangi kamar jemaah untuk melakukan pemeriksaan langsung. Pemantauan difokuskan pada jemaah lanjut usia serta mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan.
“Petugas kesehatan terus memonitor kondisi jemaah, terutama lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan tertentu,” ujar Zulfikar, yang akrab disapa Gus Antok, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (25/5/2026).
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek sejumlah indikator kesehatan seperti tekanan darah, kadar gula darah, hingga kadar oksigen dalam tubuh. Tim medis juga diminta bergerak cepat apabila ada jemaah yang mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan. Selain itu, edukasi pencegahan dehidrasi terus diberikan kepada jemaah.
“Keluhan ringan langsung kami tindak lanjuti agar tidak berkembang menjadi kondisi lebih berat. Jemaah juga diimbau rutin minum air selama beraktivitas di luar,” jelasnya.
Saat ini, para jemaah lebih banyak beristirahat dan menjaga stamina di Hotel Majed Al Harthi Syisyah, Makkah, menjelang keberangkatan menuju Arafah. Mereka juga diimbau menggunakan perlengkapan pelindung seperti masker, payung, alas kaki, serta semprotan air untuk mengurangi dampak cuaca panas.
Petugas juga meminta jemaah saling memperhatikan satu sama lain melalui sistem pendampingan guna mengantisipasi kelelahan, tersesat, maupun gangguan kesehatan.
Baca juga:Konfercab HMI Jombang ke-31, Alumni Tekankan Arah Baru dan Nalar Kritis
“Seluruh jemaah diarahkan menjaga kondisi fisik agar siap menjalani wukuf. Jemaah juga diminta saling memperhatikan apabila ada yang kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah KH Irfan Yusuf Hasyim meninjau kesiapan jemaah Indonesia di Makkah. Ia menyempatkan mendatangi hotel tempat jemaah menginap serta berdialog dengan petugas kloter guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengatakan seluruh jemaah kloter 60 telah menyelesaikan umrah wajib. Sementara itu, pada kloter 61 masih terdapat tiga jemaah perempuan yang belum menjalankan umrah wajib karena haid. Hal serupa juga terjadi pada kloter 62 dengan satu jemaah dan kloter 63 sebanyak dua jemaah.
“Yang belum melaksanakan umrah wajib sementara ini karena kondisi menstruasi,” pungkasnya.



















